“Iran mendukung hal ini. Kami sedang berkonflik dengan Iran. Bayangkan apa yang bisa dilakukan Iran terhadap kami, untuk menghancurkan kami,” kata Netanyahu, seraya mengklaim bahwa ia hanya akan menyetujui kesepakatan yang memberikan kendali keamanan kepada Yerusalem Barat atas seluruh Gaza.
“Iran adalah kepala gurita dan Anda melihat tentakelnya di mana-mana mulai dari Houthi, Hizbullah, hingga Hamas,” ia menambahkan.
Iran membantah terlibat dalam serangan Hamas terhadap Israel. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Nasser Kanani, mengatakan tuduhan tersebut didasarkan pada alasan politik.
Iran secara luas dipandang oleh Israel dan Amerika Serikat (AS) sebagai kekuatan destabilisasi utama di Timur Tengah. Negeri Mullah itu diduga memasok senjata, keahlian militer, dan pelatihan kepada Hamas di Gaza, Hizbullah di Lebanon, dan pemberontak Houthi di Yaman.
Baca Juga: Punya Persenjataan dan Kemampuan Mumpuni, Intel AS Khawatir Hizbullah Bisa Kalahkan Israel
AS sebelumnya menuduh Iran “sangat terlibat” dalam serangan Houthi terhadap kapal komersial di Laut Merah, mengklaim bahwa Iran telah memberikan drone, rudal, dan intelijen kepada pemberontak.
Teheran tegas membantah tuduhan tersebut, dan bersikeras bahwa “kelompok perlawanan” bertindak secara independen dan tidak menerima perintah dari Teheran untuk menghadapi kejahatan perang dan genosida yang dilakukan oleh Israel.
Israel jarang secara terbuka mengakui menyerang Iran secara langsung, namun Iran telah lama menjadi sasaran Perdana Menteri Benjamin Netanyahu selama beberapa masa jabatannya.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: harianmassa.id
Artikel Terkait
AS Desak Warganya Tinggalkan Venezuela, Waspadai Perburuan Pasca Penangkapan Maduro
AS Desak Warganya Tinggalkan Venezuela, Situasi Keamanan Dinilai Memuncak
Latihan Militer Tiga Negara di Afrika Selatan: Sinyal di Tengah Gejolak Global
Trump Klaim Hanya Moralitas Pribadi yang Bisa Menghentikannya