Di perairan yang diterpa angin selatan yang kencang, tiga kapal perang dari negara yang berbeda-beda merapat di Afrika Selatan, Jumat lalu. Mereka datang dari China, Rusia, dan Iran. Rencananya, mereka akan menggelar latihan angkatan laut bersama selama seminggu penuh, hingga Jumat depan.
Latihan militer ini bukan sekadar rutinitas. Ia datang di saat ketegangan geopolitik global sedang memanas, terutama menyusul intervensi militer Amerika Serikat di Venezuela dan penangkapan mantan Presiden Nicolas Maduro. Latihan ini, dengan sendirinya, menarik perhatian banyak mata.
Menurut Kementerian Pertahanan China, latihan akan dibuka secara resmi pada Sabtu. Mereka menyebut operasi gabungan ini bertujuan untuk melindungi jalur pelayaran vital dan kegiatan ekonomi di kawasan.
“Latihan akan mencakup serangan terhadap target maritim dan operasi penyelamatan kontra-terorisme,” demikian laporan Al Jazeera, Sabtu.
Artikel Terkait
AS Desak Warganya Tinggalkan Venezuela, Waspadai Perburuan Pasca Penangkapan Maduro
AS Desak Warganya Tinggalkan Venezuela, Situasi Keamanan Dinilai Memuncak
Trump Klaim Hanya Moralitas Pribadi yang Bisa Menghentikannya
China Batasi Drama CEO Jatuh Cinta ke Si Miskin, Sebut Sebar Harapan Palsu