Netanyahu konon meminta Putin untuk menyampaikan pesan ke Iran bahwa Israel tidak punya niat menyerang.
Lembaga penyiaran KAN, mengutip sumber diplomatik yang enggan disebut namanya, melaporkan bahwa pesan “jaminan” ini sudah dikirim ke Teheran. Bahkan, ini bukan permintaan pertama. Katanya, Netanyahu sudah pernah meminta hal serupa kepada Putin pada Oktober tahun lalu.
Lucunya, pidato Netanyahu di hadapan Knesset justru bernada berbeda. Dia mengaku mengirim pesan ancaman ke Iran: serang Israel, dan Anda akan menghadapi konsekuensi yang sangat berat. Jadi, mana yang benar? Diplomasi diam-diam atau ancaman terbuka?
Nah, laporan KAN juga menyoroti kekhawatiran di internal pemerintah Israel. Mereka takut Iran salah hitung. Khawatir Teheran melancarkan serangan dulu hanya karena merasa akan diserang Israel. Kekhawatiran ini membuat para petinggi politik dan keamanan Israel menggelar serangkaian rapat intensif membahas Iran dalam beberapa pekan terakhir.
Jadi, situasinya seperti ini: di satu sisi, Iran bersiaga penuh dan mengancam akan membumi hanguskan Israel. Di sisi lain, Israel sibuk menyampaikan pesan “tenang” lewat perantara, sambil tetap menyimpan senjata di balik punggung. Sebuah ketegangan yang rumit, dimana salah satu langkah kecil bisa memicu konsekuensi besar.
Artikel Terkait
Macron Serukan Koalisi Kemerdekaan untuk Lawan Dominasi AS dan China
Iran Klaim Tembak Jatuh Dua Jet Tempur AS, Bantah Klaim Trump Soal Pertahanan Udara
Akademisi Soroti Troll Army sebagai Alat Baru Propaganda Politik di Era Digital
Trump Ancam Rebut Pulau Kharg, Ultimatum AS ke Iran Berakhir 6 April