Sebagai filantropis, Khalaf Al Habtoor memang dikenal vokal. Dia sering angkat bicara soal isu politik, sosial, dan moral, baik skala lokal maupun global. Pertemuan-pertemuan rutinnya di Dubai pun kerap membahas tema-tema sosial budaya yang sedang panas.
Kepeduliannya bukan hal baru. Contohnya, pada Oktober 2025 silam, dia pernah mengirim surat terbuka untuk Presiden AS. Isinya adalah proposal rencana rekonstruksi Gaza yang komprehensif, termasuk membangun rumah dan menciptakan lapangan kerja bagi warga di sana.
Baru-baru ini, perhatiannya juga tertuju pada masalah domestik. Dia mendesak para pemuda Emirat untuk segera menikah. Bahkan, dia menyerukan adanya undang-undang yang mendorong warga lokal menikah sebelum usia 30 tahun. Bagi dia, yang menahan diri tanpa alasan jelas harus dimintai pertanggungjawaban. Soalnya, ini bukan cuma urusan pribadi, tapi menyangkut kelangsungan dan kohesi masyarakat mereka.
Dari Gaza hingga Venezuela, dari urusan rumah tangga hingga kedaulatan bangsa, pandangannya selalu mencoba menohok esensi persoalan. Dan kali ini, pertanyaannya yang sederhana namun mendasar tentang "hak" dan "izin" itu, mungkin justru menggema di banyak benak orang yang diam.
Artikel Terkait
Iran Siagakan 400 Unit Tempur, Waspadai Serangan AS-Israel di Tengah Gejolak Dalam Negeri
Kapal Tanker Rusia Disita AS, Moskow Balas dengan Kapal Perang
AS Akhirnya Meringkus Dua Kapal Tanker Armada Bayangan Venezuela
Rapat Rahasia di Doha: Kepingan Rencana Transisi Venezuela Tanpa Maduro