"Sangat penting untuk memposisikannya secara akurat, dan warna beras akan berubah secara bertahap seiring berjalannya waktu," katanya.
Pada saat panen terakhir, jerami menghasilkan potret Cooper, kucing yang menjadi modelnya.
Sementara itu, agar memudahkan para wisatawan untuk menikmati karya seni luar biasa ini, pihaknya sedang membangun fasilitas menara yang dapat menjangkau secara jelas lukisan kucing di lahan sawah.
"Kaum muda yang ingin belajar lebih banyak tentang interaksi seni dan teknologi juga dapat memperoleh manfaat dengan mengunjungi situs ini," kata Tanyapong.
Tanyapong menganggap bahwa dengan inovasi pertanian ini dapat memungkinkan munculnya peluang ekonomi baru dari sektor pariwisata.
"Dulu beras hanya dianggap sebagai makanan konsumsi,” ujarnya.
"Pendekatan ini memungkinkan kita mengembangkan pariwisata dan pertanian secara bersamaan," pungkasnya.
***
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: jawapos.com
Artikel Terkait
Macron Serukan Koalisi Kemerdekaan untuk Lawan Dominasi AS dan China
Iran Klaim Tembak Jatuh Dua Jet Tempur AS, Bantah Klaim Trump Soal Pertahanan Udara
Akademisi Soroti Troll Army sebagai Alat Baru Propaganda Politik di Era Digital
Trump Ancam Rebut Pulau Kharg, Ultimatum AS ke Iran Berakhir 6 April