Selain itu, Pangkalau Meron juga hanya satu-satunya untuk mengelola dan mengendalikan operasi udara ke berbagai negara, salah satunya Lebanon, dan Suriah.
Pangkalan tersebut juga dikelola oleh beberapa perwira dan tentara elit Israel.
Sehingga, dengan hancurnya Pangkalan Meron itu akan menjadi masalah besar bagi negara zionis tersebut.
Hal itu terjadi pada Sabtu, 8 Januari 2024, ketika pasukan Hizbullah meluncurkan sebuah rudal yang tidak hanya berhasil mengenai target sasaran dan berhasil menembus Iron Dome Israel.
Rudal tersebut memiliki jarak jangkau hingga sepuluh kilometer dan Israel masih belum mempunyai solusi untuk menghadapi senjata udara dengan jarak jangkauan yang jauh.
Sampai akhirnya Israel mulai melakukan penyelidikan agar tidak terjadi kegagalan dari Iron Dome tersebut.
Karena memang, sistem pertahanan udara yang dimiliki Israel tidak dirancang untuk menghadapi ancaman semacam itu.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: malang.jatimnetwork.com
Artikel Terkait
China Batasi Drama CEO Jatuh Cinta ke Si Miskin, Sebut Sebar Harapan Palsu
Indonesia Khawatir, Langkah Trump Cabut Diri dari 66 Organisasi Internasional Dinilai Ancam Stabilitas Global
Iran Siagakan 400 Unit Tempur, Waspadai Serangan AS-Israel di Tengah Gejolak Dalam Negeri
Kapal Tanker Rusia Disita AS, Moskow Balas dengan Kapal Perang