Preman Pemeras Petugas Parkir di Basement Pasar Ateh Bukittinggi Akhirnya Ditangkap Polisi
Tim Buru Sergap (Buser) Satreskrim Polresta Bukittinggi berhasil mengamankan seorang preman yang diduga kuat sebagai pelaku pemerasan terhadap petugas parkir. Aksi preman ini berlangsung di kawasan Basement Gedung Pasar Ateh, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat.
Pelaku yang ditangkap berinisial C alias SK (42). Kapala Satreskrim Polresta Bukittinggi, Kompol Anidar, menjelaskan bahwa penangkapan dilakukan pada hari Sabtu setelah pelaku tertangkap tangan sedang menerima uang dari korban.
Modus dan Besaran Uang Pemerasan
Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku disebutkan hampir setiap hari melakukan pemerasan dengan meminta uang secara paksa dari petugas parkir yang sedang bertugas. Besaran uang yang diminta bervariasi, dan pada hari akhir pekan bisa mencapai Rp 300 ribu per hari.
Kronologi Penangkapan Preman Pemeras
Penangkapan berhasil dilakukan sekitar pukul 15.30 WIB. Momen penangkapan terjadi tak lama setelah C menerima uang dari petugas parkir. Polisi menangkapnya saat ia turun dari mobil di depan Masjid Raya Bukittinggi, tepat setelah keluar dari area parkir gedung tersebut.
Sebagai barang bukti, polisi menyita uang tunai senilai Rp 300 ribu yang baru saja diterima pelaku dari dua petugas parkir berinisial T dan A.
Profil dan Latar Belakang Tersangka
Tersangka diduga merupakan mantan pegawai kontrak di lingkungan Pemerintah Kota Bukittinggi yang telah dirumahkan beberapa waktu sebelum kejadian. Polisi masih melakukan pemeriksaan mendalam untuk mengetahui motif dan kemungkinan ada korban lain.
Polisi Selidiki Jaringan dan Imbau Korban Lain
Penyidik masih menelusuri apakah aksi pemerasan ini dilakukan secara solo atau melibatkan pihak lain. Kasus ini menarik perhatian publik karena terjadi di lokasi strategis, yaitu jantung kota Bukittinggi, dan korbannya adalah petugas parkir Pemda.
Kompol Anidar mengimbau kepada masyarakat, khususnya yang mungkin pernah mengalami tindakan serupa, untuk segera melaporkannya kepada pihak kepolisian.
Artikel Terkait
KPK Bergerak Serentak: Jakarta dan Banjarmasin Diguncang OTT
Di Balik Penampilan Prima Jokowi, Tradisi Hukum Kuno yang Masih Membayangi
Jaringan Judi Online Berbasis Kamboja Dibongkar dari Kamar Kos Palembang
Desakan Keras: Aparat Hukum Didorong Periksa Jokowi Terkait Dua Kasus Besar