Preman Pemeras Petugas Parkir di Pasar Ateh Bukittinggi Ditangkap Usai Minta Rp 300 Ribu Per Hari

- Minggu, 02 November 2025 | 17:20 WIB
Preman Pemeras Petugas Parkir di Pasar Ateh Bukittinggi Ditangkap Usai Minta Rp 300 Ribu Per Hari
Preman Pemeras Petugas Parkir di Bukittinggi Ditangkap Polisi | Berita Terkini

Preman Pemeras Petugas Parkir di Basement Pasar Ateh Bukittinggi Akhirnya Ditangkap Polisi

Tim Buru Sergap (Buser) Satreskrim Polresta Bukittinggi berhasil mengamankan seorang preman yang diduga kuat sebagai pelaku pemerasan terhadap petugas parkir. Aksi preman ini berlangsung di kawasan Basement Gedung Pasar Ateh, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat.

Pelaku yang ditangkap berinisial C alias SK (42). Kapala Satreskrim Polresta Bukittinggi, Kompol Anidar, menjelaskan bahwa penangkapan dilakukan pada hari Sabtu setelah pelaku tertangkap tangan sedang menerima uang dari korban.

Modus dan Besaran Uang Pemerasan

Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku disebutkan hampir setiap hari melakukan pemerasan dengan meminta uang secara paksa dari petugas parkir yang sedang bertugas. Besaran uang yang diminta bervariasi, dan pada hari akhir pekan bisa mencapai Rp 300 ribu per hari.

Kronologi Penangkapan Preman Pemeras

Penangkapan berhasil dilakukan sekitar pukul 15.30 WIB. Momen penangkapan terjadi tak lama setelah C menerima uang dari petugas parkir. Polisi menangkapnya saat ia turun dari mobil di depan Masjid Raya Bukittinggi, tepat setelah keluar dari area parkir gedung tersebut.

Sebagai barang bukti, polisi menyita uang tunai senilai Rp 300 ribu yang baru saja diterima pelaku dari dua petugas parkir berinisial T dan A.

Profil dan Latar Belakang Tersangka

Tersangka diduga merupakan mantan pegawai kontrak di lingkungan Pemerintah Kota Bukittinggi yang telah dirumahkan beberapa waktu sebelum kejadian. Polisi masih melakukan pemeriksaan mendalam untuk mengetahui motif dan kemungkinan ada korban lain.

Polisi Selidiki Jaringan dan Imbau Korban Lain

Penyidik masih menelusuri apakah aksi pemerasan ini dilakukan secara solo atau melibatkan pihak lain. Kasus ini menarik perhatian publik karena terjadi di lokasi strategis, yaitu jantung kota Bukittinggi, dan korbannya adalah petugas parkir Pemda.

Kompol Anidar mengimbau kepada masyarakat, khususnya yang mungkin pernah mengalami tindakan serupa, untuk segera melaporkannya kepada pihak kepolisian.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar