PDIP Buka Suara Soal Whoosh: Dukung KPK Usut Mark Up Proyek yang Bikin Utang Membengkak!

- Selasa, 28 Oktober 2025 | 15:25 WIB
PDIP Buka Suara Soal Whoosh: Dukung KPK Usut Mark Up Proyek yang Bikin Utang Membengkak!
PDIP Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up Proyek Kereta Cepat Whoosh - Analisis Lengkap

PDIP Dukung Penuh KPK Usut Tuntas Dugaan Mark Up Proyek Kereta Cepat Whoosh

DPP PDIP secara resmi menyerahkan sepenuhnya investigasi kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengenai isu Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) Whoosh yang menyoroti beban utang besar dan indikasi mark up proyek.

Ketua DPP PDIP, Ribka Tjiptaning, menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh langkah KPK untuk mengusut setiap dugaan pelanggaran hukum, termasuk tindak pidana korupsi dalam proyek Whoosh.

“Dugaan mark up tuh urusan hukum, urusan KPK. Biar aja semua yang ada indikasi itu kita dukung persoalan itu untuk diperiksa,” tegas Ribka Tjiptaning di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, pada Selasa, 28 Oktober 2025.

Fakta Biaya dan Beban Utang Proyek Whoosh

Kereta Cepat Whoosh, yang telah beroperasi penuh sejak 2 Oktober 2023, awalnya ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) pada tahun 2016. Total biaya investasi proyek ini mencapai 7,27 miliar dolar AS, yang setara dengan sekitar Rp118,37 triliun (dengan asumsi kurs Rp16.283 per dolar AS). Angka ini sudah mencakup pembengkakan biaya atau cost overrun sebesar 1,2 miliar dolar AS.

Analisis Kejanggalan Biaya Proyek Whoosh

Kejanggalan biaya pembangunan Whoosh diduga kuat sebagai indikasi korupsi. Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS), Anthony Budiawan, memberikan perbandingan yang signifikan.

"Dalam hal ini, China hanya menghabiskan sebesar 17 hingga 30 juta dolar AS per km. Sedangkan Indonesia harus menghabiskan 41,96 juta dolar AS per km," ungkap Anthony Budiawan.

Perbandingan ini menyoroti perbedaan biaya konstruksi per kilometer yang sangat mencolok antara Indonesia dan China, yang semakin menguatkan dugaan adanya inefisiensi atau praktik mark up dalam proyek kereta cepat Whoosh.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar