Ahok, yang pernah menjabat sebagai Komisaris Utama Pertamina, bersikap blak-blakan. Dia mendorong jaksa penuntut umum untuk tidak takut naik level.
Menurutnya, pengusutan yang hanya berhenti pada hal-hal teknis tidak akan membongkar kasus ini secara utuh. Ahok bahkan menyebut dengan gamblang, jika mau tuntas, pemeriksaan harus merambah hingga ke mantan Menteri BUMN Erick Thohir, dan tentu saja, ke Joko Widodo.
Di sisi lain, kasus lain yang juga menyebut nama Jokowi adalah korupsi kuota haji. Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Dito Ariotedjo, mengaku sudah memenuhi panggilan penyidik KPK untuk kasus ini.
Dito mengungkapkan, inti pertanyaan penyidik berkutat seputar aktivitasnya saat mendampingi Jokowi yang kala itu masih menjabat presiden, dalam sebuah kunjungan kerja ke Arab Saudi pada 2023. Dia mengklaim telah memberikan semua keterangan yang diminta.
Dua kasus, satu nama yang sama disebut. Tekanan pada aparat penegak hukum kini kian besar. Masyarakat menunggu, apakah pemeriksaan akan benar-benar ditarik ke level tertinggi, atau hanya berhenti di tengah jalan seperti yang sering dikhawatirkan banyak orang. Waktulah yang akan menjawab.
Artikel Terkait
Penggeledahan Rumah Siti Nurbaya: Benang Kusut Pemutihan Sawit Ilegal Terbongkar
Nadiem Bongkar Angka Sebenarnya di Balik Polemik Laptop Rp10 Juta
Yaqut Kembali Diperiksa KPK, Kasus Korupsi Haji Tembus Triliunan
Kasus Nikel Konawe Utara Bergulir Lagi, Rumah Mantan Menteri Digeledah Kejagung