Nama kota ini berasal dari bahasa Melayu 'Ponti,' yang berarti pohon, dan erat kaitannya dengan kondisi alam Delta Sungai Kapuas dan Landak yang menjadi cikal-bakal Kota Pontianak.
Daerah ini dikenal dengan banyak pohon tinggi dan dihuni oleh berbagai roh, sebuah pandangan yang umum di masyarakat animisme.
Namun, pandangan ini berubah drastis ketika Syarif Abdurrahim menggusur peponan dan mendirikan pemukiman, menjadi cikal bakal kota Pontianak modern.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Leo, Hari Ini Senin, 8 Januari 2024: Peluang Baru Akan Menghampiri
Penggusuran ini membawa perubahan pada sebutan roh, yang dulunya hanya penunggu pohon tinggi, menjadi pontianak atau kuntilanak.
Hal ini juga memicu pergeseran pandangan masyarakat modern yang kini merujuk pohon besar sebagai tempat tinggal setan.
Sementara itu, sejarawan Nadya Karima Melati, dalam penelitiannya berjudul "Monsterisasi Perempuan dan Monoteisme" (2022), mencoba menjawab pertanyaan tentang mengapa roh diidentifikasi dengan seram dan perempuan.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: suaramerdeka.com
Artikel Terkait
Aurelie Moeremans Bongkar Luka Masa Lalu: Pernikahan Palsu dan Cengkeraman Grooming
Roby Tremonti Dituding Sebagai Bobby dalam Buku Kisah Korban Kekerasan Seksual
Ridwan Kamil Fokus Temani Arka Gambar Usai Perceraian
Kasus Hukum Tunda Pernikahan, Barang-Barang Ammar Zoni Sudah Hijrah ke Rumah Kamelia