Namun begitu, kejutan belum usai. Padi Reborn masih punya satu kartu lain: Sal Priadi. Dengan gayanya yang khas, Sal membawakan lagu legendaris Padi, "Rapuh". Yang menarik, dia memadukannya dengan "Gala Bunga Matahari" miliknya sendiri, menciptakan aransemen yang segar namun tetap menghormati versi aslinya.
"Berkarya 28 tahun bukan waktu yang singkat," ujar Sal, mengarahkan pandangannya ke anggota band.
"Terima kasih sudah menginspirasi kami," tambahnya, yang terdengar seperti ucapan ulang tahun yang tulus dari seorang musisi muda kepada seniornya.
Bagi yang hadir, malam itu terasa lebih dari sekadar pertunjukan musik. Ada nuansa nostalgia yang kuat, dicampur dengan kebahagiaan reunion. Seperti yang diungkapkan Maya, salah seorang penonton.
"Ini bukan sekadar konser, tapi seperti pulang ke rumah," katanya, masih terlihat antusias. "Mendengar 'Menanti Sebuah Jawaban' secara langsung setelah sekian lama... bikin merinding. Padi Reborn benar-benar tahu cara merawat kenangan."
Sebelum mengakhiri, Padi Reborn masih memainkan sederet lagu hits lain. "Seperti Kekasihku", "Ternyata Cinta", dan "Harmoni" bergulir, menemani para penonton yang mungkin enggan pulang. Akhirnya, malam spesial itu ditutup dengan lagu "Sobat", pengingat akan ikatan panjang antara band dan penggemarnya. Sebuah perayaan 28 tahun yang terasa hangat, personal, dan penuh makna.
Artikel Terkait
Gugatan Rp 7 Miliar, Ressa Rosano Tuntut Pengakuan sebagai Anak Denada
Iis Dahlia Dituding Memojokkan Ressa di Tengah Kontroversi Denada
Ancaman Pistol Ussama Warnai Kisah Penyerahan Ressa, Anak Denada
Pasha Ungu Bentrok dengan Wakil Menteri di Rapat DPR, Suasana Memanas