Presiden Prabowo Subianto resmi membentuk Satuan Tugas khusus. Tugasnya? Mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di tiga wilayah: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Langkah ini diambil menyusul dampak bencana yang cukup parah di ketiga provinsi tersebut.
Penunjukan pimpinan satgas pun langsung dilakukan. Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, dipercaya menjadi ketua. Sementara Wakil Ketua dijabat oleh Kepala Staf Umum TNI, Letjen TNI Richard Tampubolon.
Hal ini diungkapkan oleh Prasetyo saat berbincang dengan para wartawan di Hambalang, Bogor, Selasa lalu.
"Beliau menunjuk Bapak Tito Karnavian Mendagri sebagai ketua satgas," jelas Prasetyo.
"Yang didampingi wakil ketua satgas Bapak Richard Tampubolon. Nantinya mereka akan dibantu dewan pengarah yang diketuai Menko PMK."
Lalu, kenapa justru Tito yang ditunjuk? Menurut Prasetyo, pertimbangannya cukup jelas. Kapasitas Tito sebagai Mendagri dinilai tepat untuk mengoordinasikan banyak pihak dalam skala bencana yang luas seperti ini.
"Jadi pertimbangannya karena bencana kali ini terdampak di 3 provinsi yang cukup luas," ujarnya.
"Dalam kapasitas beliau sebagai menteri dalam negeri, Bapak Presiden meyakini bahwa di bawah mendagri, semua bisa dikoordinasikan lebih baik."
Soal target kerja, satgas ini tampaknya tidak dibebani dengan deadline yang kaku. Namun begitu, ada satu prioritas yang sangat mendesak dan menjadi fokus utama mereka.
"Tidak ada target khusus kalau soal waktu," kata Prasetyo.
"Tahapan kerjanya sudah ada. Tapi prioritas pertama jelas: sesegera mungkin membangun hunian bagi saudara-saudara kita yang masih bertahan di pengungsian. Sebanyak-banyaknya."
Nada daruratnya terasa. Upaya ini diharapkan bisa segera meringankan beban para korban yang kehilangan tempat tinggal.
Artikel Terkait
Pertamina Patra Niaga Luncurkan Promo BBM Non-Subsidi dan Undian Motor untuk Ojol
Satpol PP Jakarta Utara Amankan 32 Orang dalam Operasi Pekat, Termasuk Pengamen Berkostum Pocong
Pakar Logistik Soroti Perlu Reformasi Sistem Distribusi untuk Tekan Inflasi Ramadan
Satpol PP Sita 755 Botol Miras Ilegal di Enam Kecamatan Jakarta Utara