Sabtu malam (31/1/2026) di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, bukan malam biasa. Udara terasa hangat oleh riuh tepuk tangan dan teriakan penggemar. Mereka semua berkumpul untuk merayakan satu momen penting: 28 tahun perjalanan musik Padi Reborn. Konser bertajuk "Dua Delapan" itu pun digelar, menghadirkan dua nama spesial: Sal Priadi dan Fanny Soegi.
Suasana langsung terbakar sejak awal. Padi Reborn membuka panggung dengan tiga lagu andalan: "Prolog", "Bayangkanlah", dan "Menanti Sebuah Jawaban". Sorotan lampu menyapu kerumunan penonton yang sudah tak sabar. Tak lama, Fadli dan Piyu pun menyapa.
"Apa kabar sobat Padi!" sapa Piyu, disambut gemuruh. "Terima kasih untuk semua pihak hingga terwujudnya konser dua delapan ini."
Dia lalu menyodorkan pertanyaan retoris yang langsung disambut teriakan "Lanjut!". "Dilanjut nggak?" tanyanya, berhasil mencairkan suasana jadi lebih akrab dan hangat.
Di tengah-tengah gelora konser, kejutan pertama datang. Fanny Soegi naik ke panggung. Bersama vokalis Padi Reborn, mereka menyanyikan "Langit Biru" dengan harmonisasi yang pas. Tapi penampilan Fanny tak berhenti di situ. Penyanyi asal Semarang itu kemudian mengambil alih panggung untuk membawakan "Asmalibrasi", lagu hits miliknya sendiri, yang langsung dinyanyikan bersama oleh penonton.
Artikel Terkait
Gugatan Rp 7 Miliar, Ressa Rosano Tuntut Pengakuan sebagai Anak Denada
Iis Dahlia Dituding Memojokkan Ressa di Tengah Kontroversi Denada
Ancaman Pistol Ussama Warnai Kisah Penyerahan Ressa, Anak Denada
Pasha Ungu Bentrok dengan Wakil Menteri di Rapat DPR, Suasana Memanas