Dedi Mulyadi: Kerja Saya Bukan Cari Populer, Tunaikan Kewajiban Dasar
Jumat, 9 Januari 2026
Nama Dedi Mulyadi memang jarang absen dari percakapan publik. Figur Gubernur Jawa Barat itu selalu menarik perhatian, terutama soal program-program yang digulirkannya. Kali ini, ia angkat bicara menanggapi isu yang menyebut langkah-langkahnya sekadar program populis.
Dengan tegas, Dedi membantah. Ia menyatakan semua yang dikerjakan sejak awal memimpin Jawa Barat bertujuan tunggal: memenuhi kebutuhan paling mendasar warga. Bukan untuk mendongkrak citra.
"Akhir-akhir ini ada wacana yang berkembang, seolah Gubernur Jawa Barat sangat ambisius dengan program populis," ujarnya, Jumat (9/1).
"Padahal, yang kita selesaikan hari ini adalah kebutuhan dasar masyarakat. Itu layanan wajib yang harus dilaksanakan pemerintah, titik."
Ia lalu merinci sederet pekerjaan yang sudah dan sedang berjalan. Mulai dari menambah ruang kelas baru, memperkuat fasilitas kesehatan, mengalirkan listrik ke daerah terpencil, menormalisasi sungai, hingga memperbaiki jalan dan penerangan di berbagai penjuru provinsi.
Menurut Dedi, membangun sekolah baru itu kewajiban. Kalau tidak, masalah akan berulang setiap tahun saat penerimaan siswa baru.
"Kalau pemerintah provinsi tidak bangun sekolah, ya nanti ramai lagi saat PPDB. Ruang kelas tidak cukup, orang tua protes. Itu yang kita antisipasi," katanya.
Layanan kesehatan juga ia soroti. Jaring pengaman antara puskesmas dan rumah sakit, kata dia, harus benar-benar kuat dan terhubung. Di sisi lain, ia tak memungkiri masih ada puluhan ribu rumah tangga di Jawa Barat yang gelap gulita karena belum teraliri listrik. Situasi yang ia sebut sebagai bentuk pengabaian yang tak bisa dibiarkan.
Artikel Terkait
Roby Tremonti Dituding Sebagai Bobby dalam Buku Kisah Korban Kekerasan Seksual
Ridwan Kamil Fokus Temani Arka Gambar Usai Perceraian
Kasus Hukum Tunda Pernikahan, Barang-Barang Ammar Zoni Sudah Hijrah ke Rumah Kamelia
Inara Rusli Terpisah dari Anak, Mertua Beri Syarat Tegas