Fujianti Utami Murka, Direkam Diam-diam Satu Jam di Kolam Renang Bali

- Rabu, 17 Desember 2025 | 08:10 WIB
Fujianti Utami Murka, Direkam Diam-diam Satu Jam di Kolam Renang Bali

Fujianti Utami "Labrak" Ibu-Ibu yang Rekam Diam-diamnya Selama Satu Jam Penuh

Dalam sebuah podcast Raditya Dika baru-baru ini, Fujianti Utami atau yang akrab disapa Fuji buka suara. Obrolan mereka menyentuh banyak hal, terutama soal tingkah laku sebagian penggemar yang kadang bikin geleng-geleng kepala.

Fuji mengungkap satu momen yang bikin dia kesal. "Sebenernya aku risi kalau direkam diam-diam," ujarnya dalam podcast itu, Selasa (16/12) lalu. Rasa risihnya makin menjadi karena rekaman diam-diam itu biasanya viral dengan dibumbui keterangan spekulatif.

Menurutnya, figur publik tetaplah manusia biasa. "Ya public figure juga manusia, ada capeknya," tegas Fuji. Perasaan diawasi tanpa sepengetahuannya itu bikin nggak nyaman banget. Makanya, dia jauh lebih menghargai orang yang langsung terang-terangan minta foto bareng.

Ceritanya berlanjut ke satu kejadian di Bali, saat Fuji merayakan tahun baru. Situasi santai itu tiba-tiba rusak karena ulah seorang ibu-ibu.

"Aku pernah loh, aku hampir pengin ribut karena aku direkam satu jam, Kak," cerita Fuji.

Awalnya, Fuji sudah menolak dengan baik. Dia tunjukkan gestur tangan menyilang. Si ibu cuma mengangguk sambil tersenyum, seolah mengerti. Tapi nyatanya, dia tetap aja melanjutkan aksinya.

Penolakan kedua pun tak digubris. Nah, di sinilah emosi Fuji meledak.

"Akhirnya aku naik emosi lah. Aku keluar dari kolam renang, aku turun. 'Bu, saya enggak mau direkam, hapus sekarang,'" ujarnya tegas.

Keributan pun nggak terhindarkan. Si ibu bersikukuh punya hak penuh untuk merekam siapa pun dengan ponselnya sendiri.

"Ujung-ujungnya kami dipisahin sama satpam tiga. Karena orangnya ngeselin. 'Kan hape kita. Emang kenapa kalau direkam? Mau lapor apa?'," kata Fuji menirikan ucapan si ibu.

Raditya Dika yang mendengar cerita itu pun angkat bicara.

"Mungkin nggak ada aturannya, tapi secara etika kan elu pengin have fun, gue juga pengin have fun," tanggapnya.

Di akhir cerita, Fuji mengaku paham risiko jadi sosok di depan publik. Tapi dia berharap ada timbal balik pengertian.

"Aku tahu risiko public figure, tapi kalau misalnya aku sudah tegur, saling ngertiin lah," tutupnya. Intinya sederhana: privasi itu hak semua orang, meski wajahmu sering muncul di layar.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar