Endipat Sindir Donasi Rp10 M, Artis-artis Langsung Berang: Itu Kewajiban, Jangan Dipamerin!

- Rabu, 10 Desember 2025 | 08:10 WIB
Endipat Sindir Donasi Rp10 M, Artis-artis Langsung Berang: Itu Kewajiban, Jangan Dipamerin!

Endipat Wijaya Sindir Donasi Rp10 M, Artis-artis Ini Langsung Berang

Nama Endipat Wijaya mendadak ramai. Anggota DPR RI dari Komisi I itu jadi sorotan gara-gara pernyataannya di media sosial yang dinilai menyindir aksi donasi publik, termasuk yang dilakukan Ferry Irwandi.

Intinya, Endipat meminta Kementerian Komunikasi dan Digital lebih gencar mempublikasikan peran pemerintah dalam penanganan bencana banjir dan longsor di Sumatera. Menurutnya, negara sudah menggelontorkan dana triliunan, tapi seolah kalah pamor dibanding aksi individu yang mengumpulkan sumbangan Rp10 miliar dan viral di masyarakat.

"Orang per orang cuma nyumbang Rp 10 miliar, negara sudah triliunan ke Aceh," ucap Endipat dalam video yang beredar.

Ia melanjutkan, "Jadi, yang kayak gitu mohon dijadikan perhatian sehingga ke depan tidak ada lagi informasi seolah-olah negara tidak hadir di mana-mana, padahal negara sudah hadir sejak awal."

Permintaannya ke Komdigi jelas: agar informasi pemerintah tak kalah viral dibanding "teman-teman yang sekarang ini sok paling-paling di Aceh, di Sumatera, dan lain-lain."

Nah, ucapan itu ibarat bara. Banyak artis dan publik figur yang langsung panas dan meluapkan kemarahan.

Bintang Emon: Jangan Bete Sama Relawan Lain!

Komika yang tak pernah sungkan bicara politik ini langsung menanggapi. Bintang Emon bilang, turunnya kepercayaan masyarakat bukan karena relawan ramai-ramai turun tangan. Tapi lebih karena masyarakat lelah melihat gimmick pejabat yang datang ke lokasi bencana cuma untuk pencitraan.

"Ada tugas lain yang lebih besar dampaknya," ujarnya. "Kayak 'Oke saya akan buka list perizinan selama saya menjabat' baru bawa karung. Nggak bakal ada yang marah."

Ia menambahkan dengan nada kesal, "Jangan bete sama relawan lain yang viral. Jangan. Mentalnya monopoli banget."

Lewat unggahan lain, pesannya ke pejabat sederhana: "Kalo ada orang/pihak bantu yang bukan kewajibannya jangan terlalu disenggol-senggol pak, say thanks aja duluuu."

Hesti Purwadinata: Itu Uang Rakyat!

Lewat Instagram Stories, Hesti menyoroti hal lain. Baginya, uang triliunan yang dikeluarkan pemerintah itu ya uang rakyat juga. "Dia lupa kalau itu pun uang rakyat," tulisnya.

Hesti merasa pernyataan Endipat justru bikin publik makin suudzon. "Jangan-jangan bener sekarang kalau ada relawan mau langsung nyebrang dipersulit harus lewat institusi yang ditunjuk. Si paling pengen viral," sindirnya.

Putri Anne: Adu Niat, Bukan Adu Viral

Tak ketinggalan, Putri Anne ikut bersuara. Mantan istri Arya Saloka ini tampak emosi dan menyelipkan tagar yang diduga sindiran halus. "Nggak usah adu viral, nggak usah adu bacot. Adu aja NIAT mau membantu yang terkena bencana," tulisnya.

Kemal Palevi: Itu Kewajiban, Jangan Dipamerin

Kemal Palevi juga kesal. Bagi komika 36 tahun ini, donasi Rp10 miliar itu sangat berarti dan tak boleh disepelekan. Sementara bantuan pemerintah, itu sudah kewajiban. "Kalau pemerintah memberikan bantuan dan bikin ratusan posko di wilayah bencana, itu namanya KEWAJIBAN. Nggak usah dipamerin," sindirnya.

Ia lalu bertanya retoris, "Kalau yang wajib-wajib dini aja dipamerin, apakah karena kewajiban itu gak pernah dilakukan sebelumnya? Semoga gak ya pak."

Sherina Munaf: Prioritasnya Nyawa!

Sherina Munaf ikut membagikan video pernyataan Endipat. Penyanyi itu terheran-heran. Baginya, yang penting nyawa terselamatkan dan bantuan cepat sampai, bukan soal siapa yang lebih viral.

"Bukannya prioritasnya itu secepat-cepatnya sebanyak-banyaknya nyawa terselamatkan dan bantuan tersalurkan ya?" tulis Sherina.

Ia menegaskan, "Negara, pemerintah, seharusnya bersyukur masyarakat sipilnya punya inisiatif, kepedulian, dan jiwa kemanusiaan sebesar ini."

Begitulah reaksi yang berembus. Dari berbagai tanggapan itu, satu hal yang jelas: isu ini masih jauh dari kata selesai.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar