Dia menjelaskan, sebuah tugboat milik perusahaan pemegang izin HPH, PT Minas Pagai Lumber, mengalami masalah di perairan Mentawai, Sumatra Barat. Perusahaan ini sendiri punya izin sah yang sudah diperpanjang hingga 2013.
Soal label yang menempel, Ade menerangkan bahwa itu adalah bagian dari sistem penelusuran kayu. Barcode SVLK itu fungsinya untuk memastikan keabsahan kayu dan asal-usulnya, sebagai upaya mencegah praktik penebangan liar.
Di sisi lain, fakta di lapangan menunjukkan sekitar 4.800 kubik kayu dari berbagai jenis masih teronggok di pantai. Polda Lampung bersama Balai PHL sudah turun memeriksa. Polisi juga sedang mengusut lebih lanjut dengan memeriksa para anak buah kapal yang terlibat.
Jadi, meski pemandangannya mirip bencana, kejadian ini lebih tepat disebut musibah pengangkutan. Badai dan mesin kapal yang mogok jadi biang keroknya, bukan luapan air sungai.
Artikel Terkait
BELIFT LAB Tegaskan Heeseung Tak Kembali ke ENHYPEN, Fokus Karier Solo
Pejabat USDA Saksikan Finalis MasterChef Olah Salmon Alaska
Juicy Luicy Manggung Dadakan di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta
CALMA Rilis Single Spesial Happy Birthday untuk Rayakan Ulang Tahun ke-6 BIG Records Asia