Megan Domani Rela Dibenci Penonton Demi Tantangan Baru

- Senin, 08 Desember 2025 | 21:15 WIB
Megan Domani Rela Dibenci Penonton Demi Tantangan Baru

Megan Domani lagi-lagi bikin kejutan. Kali ini, lewat sebuah peran yang benar-benar jauh dari bayangan kita tentang dirinya. Bukan lagi karakter manis atau ceria, tapi justru sosok antagonis dengan beban emosi yang kompleks. Sebuah tantangan besar yang sengaja ia pilih.

Dan ya, Megan sadar betul. Memerankan tokoh "jahat" pasti bakal bikin sebagian penonton geram, bahkan mungkin menghujat. Tapi bagi aktris itu, ini justru bagian dari pekerjaan. "Ini proses buat berkembang," kira-kira begitu pandangannya. Baginya, bertahan di zona nyaman bukanlah pilihan.

"Wow ini menantang banget ya perannya," ujar Megan, masih terlihat antusias meski baru saja menghadiri konferensi pers film terbarunya, "Musuh Dalam Selimut", di Metropole XXI, Menteng.

Rupanya, keinginan untuk mencoba karakter di luar kebiasaan sudah mengendap lama. Jadi ketika naskah itu akhirnya sampai di tangannya, ia langsung tertantang. Karakter yang dimaksud adalah Suzy, seorang perempuan dengan dilema dan motivasi tersendiri yang membuatnya bertindak tak terduga. Megan terpana membacanya.

Meski posisinya sebagai antagonis, Megan nggak serta-merta memandang Suzy sebagai tokoh hitam putih. Menurutnya, setiap orang punya sisi manusiawi. Itulah yang coba ia gali lebih dalam: alasan di balik setiap keputusan Suzy. Proses memahami ini ternyata nggak mudah, bahkan sangat menguras mental.

"Sejujurnya secara mental ini lelah banget," akunya.

Namun begitu, beban mental itu justru ia jalani dengan penuh semangat. Bagi Megan, menantang batas diri sendiri adalah kunci dalam perjalanan karir aktingnya.

Lalu, seperti apa sebenarnya Suzy ini? Megan menggambarkannya sebagai sosok yang luar biasa ceria. Bukan ceria biasa, tapi dengan energi yang meluap-luap, hampir berlebihan. Inilah yang justru membuatnya berbeda dan unik di antara tokoh lain dalam film.

Saat sesi reading pun, sutradara terus mendorongnya. Megan diminta terus menaikkan level antusiasme agar karakter itu benar-benar "menyala".

"Bu sutradara tuh sampe selalu ingetin aku buat naikin intonasi biar lebih "cheerful"," jelas Megan sambil tertawa.

Bayangkan, dialog yang mestinya bisa diucapkan biasa, harus dilontarkan dengan semangat nyaris meledak. Konsistensi itu yang sulit. Tantangan terbesarnya justru teknis: menjaga napas dan emosi agar tetap stabil sambil mempertahankan energi tinggi itu. Butuh stamina ekstra.

"Aku harus hidupin karakter ini banget sih," tuturnya.

Proses ini jadi pembelajaran tersendiri. Megan harus mengatur gesture, intonasi, dan ekspresi dengan cara yang baru. Tapi justru di situlah nilai plusnya. Peran Suzy memberinya ruang berkembang yang luas. Karakter yang sulit dan penuh detail ini memberinya pengalaman baru yang amat berharga.

"Aku senang banget," ungkapnya tentang pengalaman barunya itu.

Dari sini, komitmen Megan terhadap dunia akting benar-benar terlihat. Ia rela menerima risiko, termasuk kemungkinan dibenci penonton, demi sebuah penampilan terbaik. Dengan nada sedikit becanda tapi serius, ia menutup pembicaraan.

"Aku bahkan siap banget kalo kalian greget sama aku setelah lihat perannya."

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler