Megan Domani lagi-lagi bikin kejutan. Kali ini, lewat sebuah peran yang benar-benar jauh dari bayangan kita tentang dirinya. Bukan lagi karakter manis atau ceria, tapi justru sosok antagonis dengan beban emosi yang kompleks. Sebuah tantangan besar yang sengaja ia pilih.
Dan ya, Megan sadar betul. Memerankan tokoh "jahat" pasti bakal bikin sebagian penonton geram, bahkan mungkin menghujat. Tapi bagi aktris itu, ini justru bagian dari pekerjaan. "Ini proses buat berkembang," kira-kira begitu pandangannya. Baginya, bertahan di zona nyaman bukanlah pilihan.
"Wow ini menantang banget ya perannya," ujar Megan, masih terlihat antusias meski baru saja menghadiri konferensi pers film terbarunya, "Musuh Dalam Selimut", di Metropole XXI, Menteng.
Rupanya, keinginan untuk mencoba karakter di luar kebiasaan sudah mengendap lama. Jadi ketika naskah itu akhirnya sampai di tangannya, ia langsung tertantang. Karakter yang dimaksud adalah Suzy, seorang perempuan dengan dilema dan motivasi tersendiri yang membuatnya bertindak tak terduga. Megan terpana membacanya.
Meski posisinya sebagai antagonis, Megan nggak serta-merta memandang Suzy sebagai tokoh hitam putih. Menurutnya, setiap orang punya sisi manusiawi. Itulah yang coba ia gali lebih dalam: alasan di balik setiap keputusan Suzy. Proses memahami ini ternyata nggak mudah, bahkan sangat menguras mental.
"Sejujurnya secara mental ini lelah banget," akunya.
Namun begitu, beban mental itu justru ia jalani dengan penuh semangat. Bagi Megan, menantang batas diri sendiri adalah kunci dalam perjalanan karir aktingnya.
Lalu, seperti apa sebenarnya Suzy ini? Megan menggambarkannya sebagai sosok yang luar biasa ceria. Bukan ceria biasa, tapi dengan energi yang meluap-luap, hampir berlebihan. Inilah yang justru membuatnya berbeda dan unik di antara tokoh lain dalam film.
Artikel Terkait
Na Daehoon Buka Suara: Diam Bukan Bukti Kesalahan
Reza Arap Hadapi 30 Pertanyaan Polisi Terkait Meninggalnya Lula Lahfah
Tabung Whip Cream Jadi Titik Terang Misteri Meninggalnya Lula Lahfah
Firdha Razak Buka Aib Menantu, Tuding Vina Luciana Lakukan Poliandri