"Insyaallah nanti hari Rabu akan turun langsung sebagai perwakilan dari Visi (Vibrasi Suara Indonesia) juga HARA. Kebetulan yang lain lagi pada nggak bisa jadi aku perwakilannya," jelas Andien.
Namun begitu, keinginan untuk terjun langsung sebenarnya sudah lama ada di benaknya. Bagi Andien, ini adalah panggilan hati. Ia punya prinsip sederhana: sebagai manusia, rasanya ingin bisa memberi manfaat sebanyak-banyaknya untuk orang lain.
"Sebagai manusia kan kepenginnya pasti ingin bermanfaat sebanyak-banyaknya dan sebaik-baiknya," tuturnya.
Di sisi lain, ia juga sadar betul akan peran yang melekat pada dirinya. Statusnya sebagai figur publik bukan cuma sekadar label. Itu adalah sebuah alat, sebuah 'corong' yang bisa ia gunakan untuk hal-hal positif.
"Aku merasa aku punya pekerjaan sebagai musisi, sebagai penyanyi, sebagai public figure. Pasti punya corong yang cukup berpengaruh ke masyarakat," pungkasnya. Pengaruh itulah yang ingin ia gunakan untuk menyoroti penderitaan korban dan menggerakkan lebih banyak lagi bantuan.
Artikel Terkait
Di Balik Kemasan Pink, Bahaya Mematikan Gas Whip Pink yang Viral
Pesan Cinta Denada untuk Ressa di Tengah Gugatan Rp7 Miliar
Tangis Reza Arap dan Sirine di Balik Pintu Apartemen Essence
Fico Fachriza Buka Suara: Saya Dulu Manipulatif, Sekarang Cari Cuan