“Anak kedua lahir, lalu tahun ketiga kami mulai pindah ke sana,” sambung Arumi.
Keputusan Emil meninggalkan pekerjaan yang sudah ditekuni selama sepuluh tahun tentu bikin was-was. Arumi mengakui perasaannya saat itu.
“Pada saat itu deg-degan, banyak banget yang terjadi dalam waktu singkat,” tuturnya.
Namun begitu, semua kekhawatiran itu pelan-pelan sirna saat mereka menjalaninya bersama. Keyakinan kepada Sang Pencipta jadi penopang utamanya. Di sisi lain, Arumi juga sibuk mengasuh dua anaknya sambil menyelesaikan kuliah. Kesibukan itu justru menjadi penyelamat.
“Aku kedistraksi sama anak-anak, ini kayaknya tangan Allah yang benar-benar me-reshaping our life,” katanya lagi.
Ia pun merefleksikan, “Waktu itu memang keputusan kita, tapi bukan yang lama kita pikirin. Dan tiba-tiba keputusan yang kita ambil itu membuahkan hasil.”
Jalan hidup mereka, meski penuh kejutan, akhirnya membawa pada tempat yang tepat. Sebuah perjalanan yang diawali dengan sebuah keputusan, lalu diikuti dengan serangkaian kejutan yang justru membentuk keluarga mereka sekarang.
Artikel Terkait
Doktor Pariwisata Tersandung Kasus Penipuan Investasi Rp 400 Juta
Gereja Buka Suara Soal Pernikahan Aurelie dan Roby: Ada Pernikahan, Tapi...
Insanul Fahmi Berupaya Pulihkan Rumah Tangga, Minta Kepastian dari Mawa
Doktif Tantang Keadilan Hukum: Saya Lawan Mafia Skincare, Bukan Orang Per Orang