“Awalnya ada yang hubungi dari London, lalu kita coba rangkai sampai akhirnya bisa kejadian,”
kata Dipa. Prosesnya tidak instan, tentu saja. Butuh negosiasi dan penyesuaian jadwal yang njelimet.
Menariknya, rencana awal sebenarnya lebih ambisius. Manchester sempat masuk dalam daftar kota yang akan disambangi. Namun begitu, karena berbagai pertimbangan teknis dan persiapan yang dianggap belum maksimal, kota tersebut akhirnya dikeluarkan dari rute. Meski begitu, penggemar dari Manchester nggak perlu kecewa. Mereka tetap bisa menonton dengan datang ke kota terdekat, seperti Newcastle atau London.
Bagi Tria dan kawan-kawan, perjalanan ini terasa sangat emosional. Ada rasa takjub yang sulit diungkapkan. Lagu yang mereka ciptakan dulu, tiba-tiba menjadi peta perjalanan mereka sendiri.
“Kadang kami bikin sesuatu tanpa rencana jauh, tapi malah jadi kejadian. Sekarang kami benar-benar mau ke London,”
tutur Tria. Suaranya terdengar masih tak percaya.
Tur Inggris ini jelas sebuah pencapaian besar. Lebih dari sekadar serangkaian konser, ini adalah langkah konkret mereka membawa musik Indonesia ke panggung yang lebih luas. Mimpi yang dulu cuma dinyanyikan, kini siap mereka jalani dengan gitar dan drum yang sama berisiknya.
Artikel Terkait
Lindi Fitriyana Ungkap Surat Cinta untuk Calon Bayi di Media Sosial
Lindi Fitriyana Konfirmasi Kehamilan Lewat Unggahan Instagram
Anrez Adelio Bantah Tudingan Penelantaran Anak via Kuasa Hukum
Keluarga Vidi Aldiano Soroti Fenomena Pemanfaatan Duka untuk Cari Perhatian