“Pada saat momen Idul Fitri itu, gue pengen salat di bagian laki-laki sesuai dengan kodrat meskipun gue udah legal semuanya, berbentuk seperti ini,” katanya menjelaskan. “Gue lakuin keberanian itu dari hal terkecil itu.”
Yang menarik, respons yang datang justru tak sepenuhnya negatif. Banyak netizen malah memuji dan mendukung langkahnya. Hal ini diakuinya di luar dugaan; ia mengira akan dibanjiri hujatan.
Namun begitu, dukungan itu seringkali dibarengi dengan harapan. Tak sedikit yang berkomentar mendorongnya untuk “kembali” ke kodrat semula.
Lucinta, yang kini berusia 36 tahun, menyadari hal itu. Ia pun membalas dengan kalimat singkat yang sarat makna.
“Semua mendukung dan semua orang tuh bikin gue ‘ayo kembali’,” ujarnya. Lalu ia menambahkan, “tapi gak semudah itu.”
Kisahnya ini, di luar pro dan kontra, menyisakan cerita tentang pencarian identitas dan ruang untuk beribadah dengan tenang. Sebuah perjalanan personal yang ternyata mendapat sorotan begitu luas.
Artikel Terkait
Aldi Taher Tolak Tawaran Umrah Gratis, Alihkan ke Marbot yang Jadi Gurunya
El Rumi dan Syifa Hadju Pamer Kemegahan Busana Adat Gorontalo di Sesi Prewedding
Okin Bantah Rachel Vennya Soal Pengukuran Rumah Tanpa Izin
Okin Klarifikasi Status Rumah Sengketa dengan Rachel Vennya: Dibeli Sebelum Anak Lahir