Presiden Prabowo Buka Istana Negara untuk Halalbihalal dan Jamuan Rakyat

- Minggu, 22 Maret 2026 | 20:50 WIB
Presiden Prabowo Buka Istana Negara untuk Halalbihalal dan Jamuan Rakyat

Suasana riuh rendah sudah terasa sejak pagi di Istana Negara, Sabtu (21/3/2026). Dalam rangka merayakan Idul Fitri 1447 Hijriah, Presiden Prabowo Subianto membuka pintu istana lebar-lebar untuk umum. Warga dari berbagai penjuru berduyun-duyun datang, ingin merasakan langsung silaturahmi sekaligus jamuan istimewa di hari yang fitri ini.

Dan jamuannya memang tak main-main. Meja-meja panjang dipenuhi aneka kuliner Nusantara yang menggiurkan. Aroma rempah opor ayam berbaur dengan kuah gurih empal gentong. Ketupat dan soto tersedia melimpah. Bagi yang suka jajanan gurih, ada sate, siomay, mie ayam, hingga bakso. Untuk pencuci mulut, es teler dan es campur siap menyegarkan. Tak ketinggalan, secangkir kopi hangat dan aneka kue tradisional melengkapi sajian yang begitu meriah.

Warga pun menyantap dengan lahap. Ada yang menikmatinya sambil duduk rapi di kursi yang disediakan. Tak sedikit pula yang memilih duduk lesehan di lantai, menciptakan atmosfer kekeluargaan yang lebih akrab. Suasana ini diramaikan oleh celoteh riang anak-anak yang ikut serta, membuat acara halalbihalal terasa begitu hidup.

Yang menarik, keramaian ini dihadiri oleh beragam lapisan masyarakat. Terlihat beberapa penyandang disabilitas turut hadir, begitu pula dengan rombongan driver ojek online. Mereka semua berbaur, menyatu dalam sukacita hari raya.

Sambil menyantap hidangan, telinga dimanjakan oleh alunan musik bernuansa Islami khas Lebaran. Irama yang syahdu dan ceria itu semakin melengkapi kebahagiaan mereka yang hadir.

Banyak juga warga yang, usai menikmati sajian, membawa pulang bungkusan makanan. Sepertinya, ingin berbagi kebahagiaan dari istana untuk keluarga di rumah.

Menurut Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Presiden Prabowo sendiri turun langsung menyapa dan bersilaturahmi dengan para tamu undangan.

"Seperti tahun lalu," ucap Prasetyo, mengonfirmasi bahwa tradisi hangat ini berlanjut.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar