Rafka Akui Penculikan Ayuna, Kecelakaan Diduga Melibatkan Obat Penenang di Mencintai Ipar Sendiri

- Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:15 WIB
Rafka Akui Penculikan Ayuna, Kecelakaan Diduga Melibatkan Obat Penenang di Mencintai Ipar Sendiri

Rafki, yang baru saja merasakan kebebasan, ingin segera menjauh dari rumah itu. Dia takut Rafka kembali mengancam Ayuna. Tapi Ayuna menolak. Kondisi kesehatan Darma masih belum stabil, katanya. Akhirnya, dengan berat hati, Rafki memutuskan untuk bertahan sementara.

Namun begitu, ketegangan ternyata belum reda. Di ruang makan, Rafka kembali menunjukkan sikap posesifnya. Dia menahan dan mengancam Ayuna, mendesaknya untuk kembali menjadi istrinya dan memberinya anak. Ayuna tak tinggal diam. Penolakan keras bahkan tamparan pun dilayangkan.

Rafka malah semakin menjadi. Dia memiting Ayuna dengan kasar, membuat Ayuna terpekik minta tolong. Beruntung, Rafki datang tepat waktu. Sebelumnya, Ayuna sempat membenturkan kepalanya ke hidung Rafka untuk melepaskan diri. Rafki pun mengeluarkan ancaman keras, memperingatkan kakaknya itu untuk jangan coba-coba menyakiti Ayuna lagi.

Cerita berbelok lagi ke Darma. Dari laporan karyawannya, terungkap bahwa obat yang ditemukan adalah Alprazolam, sejenis obat penenang. Lilis kembali menyuarakan kecurigaannya: obat itulah yang mungkin dicampur ke makanan hingga Ayuna kecelakaan. Tapi Darma tidak gegabah. Dia butuh bukti yang lebih konkret sebelum mengambil kesimpulan.

Lantas, apa langkah Darma selanjutnya? Bagaimana dia mengungkap konspirasi di balik kecelakaan itu? Simak kelanjutan kisahnya di Layar Drama RCTI, "Mencintai Ipar Sendiri".

Jangan lupa, tayangannya nanti malam pukul 20.30 WIB di RCTI Channel 28. Buat yang nonton pakai TV digital, pastikan sinyalnya jernih ya. Kalau ada gangguan, coba lakukan scan ulang. Bagi pengguna STB, pastikan fitur LCN-nya aktif dulu sebelum scanning. Masih ada kendala? Bisa langsung cek media sosial @officialrcti untuk bantuan lebih lanjut.

Editor: Bayu Santoso


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar