Nicholas Brendon, Pemeran Xander di Buffy the Vampire Slayer, Meninggal Dunia dalam Tidur

- Sabtu, 21 Maret 2026 | 10:20 WIB
Nicholas Brendon, Pemeran Xander di Buffy the Vampire Slayer, Meninggal Dunia dalam Tidur

LOS ANGELES Dunia hiburan kembali berduka. Nicholas Brendon, aktor yang namanya melekat lewat karakter Xander Harris di serial kultus "Buffy the Vampire Slayer", meninggal dunia dalam tidurnya pada Jumat lalu. Ia baru saja menginjak usia 54 tahun.

Kabar ini tentu saja mengejutkan banyak pihak. Keluarga Brendon mengonfirmasi lewat sebuah pernyataan yang disebarkan ke media. Menurut mereka, penyebab kematiannya adalah alami. “Dia pergi dengan tenang,” begitu kira-kira intinya.

“Kami sangat berduka mengabarkan kepergian saudara dan anak kami, Nicholas Brendon,” tulis keluarga.

“Banyak orang mengenalnya lewat peran-perannya, tetapi dalam beberapa tahun terakhir dia menemukan kembali gairahnya di dunia seni lukis. Dia senang berbagi karya dengan keluarga, teman, dan para penggemarnya.”

Di sisi lain, perjalanan hidup Brendon memang tak mudah. Kesehatan fisiknya kerap menjadi tantangan. Tahun 2021 silam, ia harus menjalani dua operasi tulang belakang untuk menangani sindrom cauda equina. Salah satunya malah berujung komplikasi: kebocoran cairan tulang belakang. Belum lagi kelainan jantung bawaan yang diungkapkannya pada 2023, setelah sebelumnya ia mengalami serangan jantung.

Namun begitu, di mata publik, Brendon tetaplah sosok Xander yang loyal dan lucu. Karier aktingnya melesat berkat peran itu, menemani Sarah Michelle Gellar sebagai Buffy. Setelahnya, ia masih cukup sering muncul di layar kaca, salah satunya sebagai Kevin Lynch di serial "Criminal Minds" untuk beberapa musim.

Ia juga punya film kultus sendiri, lho. Judulnya "Psycho Beach Party", sebuah adaptasi dari naskah teater Charles Busch yang menghadirkan nuansa film pantai era 60-an dengan sentuhan khas. Bagi penggemar genre tertentu, film ini cukup punya tempat.

Sayangnya, di balik sorotan lampu, hidup Brendon kerap diwarnai masalah. Isu kesehatan mental dan penyalahgunaan zat beberapa kali menyeretnya ke ranah hukum di awal dekade 2020-an. Keluarga mengakui hal itu. Tapi mereka juga menekankan, dalam tahun-tahun terakhir, Brendon aktif menjalani pengobatan dan terlihat lebih optimis menatap hari depan.

“Mereka yang benar-benar mengenalnya tahu bahwa karya seninya adalah cerminan paling jujur dari dirinya,” tambah pernyataan keluarga itu.

Kini, setelah kepergiannya, keluarga meminta satu hal: ruang untuk berduka. “Kami mohon privasi selama masa berduka ini, sambil mengenang hidupnya yang penuh semangat, imajinasi, dan ketulusan.”

Selamat jalan, Nick. Terima kasih untuk semua tawa dan kenangan yang kau tinggalkan di layar.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar