Kemenag Tetapkan Idul Fitri 2026, Ini Tata Cara dan Bacaan Takbir Sholat

- Jumat, 20 Maret 2026 | 22:40 WIB
Kemenag Tetapkan Idul Fitri 2026, Ini Tata Cara dan Bacaan Takbir Sholat

JAKARTA – Menjelang hari raya, umat Islam tentu bersiap menyambut kemenangan. Salah satu puncaknya adalah sholat Idul Fitri, ibadah sunnah yang sangat dianjurkan usai sebulan penuh berpuasa. Nah, dalam pelaksanaannya, ada satu hal teknis yang kerap jadi perhatian: bacaan takbir. Khususnya, jumlah tujuh kali di rakaat pertama.

Pemerintah lewat Kemenag sendiri sudah menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Momentum ini tentu dinanti-nanti.

Sholat Id ini disunnahkan bagi semua muslim, laki-laki maupun perempuan. Dilakukan berjamaah lebih utama, meski jika terpaksa, bisa juga dikerjakan sendiri. Ibadah dua rakaat ini punya ciri khas: banyaknya takbir, tahmid, dan tasbih. Pada rakaat pertama, takbirnya tujuh kali. Sementara di rakaat kedua, lima kali. Itu di luar takbiratul ihram ya.

Lalu, bacaan apa yang dilantunkan?

Untuk takbir yang tujuh kali di rakaat pertama, bacaannya adalah:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

Subhaanallah wal hamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar.

Artinya, "Mahasuci Allah dan segala puji hanya bagi Allah, tidak ada Tuhan selain Allah, Allah Mahabesar."

Ada juga opsi bacaan pendek yang bisa digunakan di sela-sela takbir:

سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللَّهِ العَظِيْمِ

Subhanallah Wabihamdihi Subhanallahil Adzim.
"Maha Suci Allah dengan segala puji bagi-Nya, Maha Suci Allah yang Maha Agung."

Nah, untuk rakaat kedua, takbirnya lima kali. Bacaan arab dan latinnya sama persis dengan di rakaat pertama. Begitu juga pilihan bacaan tasbih pendeknya.

Bagaimana tata cara lengkapnya?

Sholat Id dikerjakan dua rakaat di waktu dhuha. Kalau kelewat dan mau mengqadha, waktunya esok harinya saat dhuha juga. Uniknya, sholat ini tak diawali azan atau iqamah. Biasanya, yang dikumandangkan adalah seruan “ash-sholaatu jaami’ah”.

Pertama-tama, tentu baca niat dulu. Setelah takbiratul ihram dan doa iftitah, barulah masuk ke tujuh kali takbir tadi. Di antara tiap takbir, bisa diselingi bacaan pendek yang sudah disebutkan.

Kemudian, baca Al-Fatihah. Disunahkan lanjut dengan Surat Qaf atau Al-A’la di rakaat pertama. Lalu rukuk, sujud, dan seterusnya seperti sholat biasa.

Pada rakaat kedua, sebelum Al-Fatihah, lakukan takbir lima kali. Setelahnya, baca Al-Fatihah dan disunahkan Surat Al-Ghasyiyah. Lanjutkan hingga salam.

Usai salam, jangan buru-buru pergi. Disunnahkan untuk mendengarkan khutbah. Khutbahnya tak perlu berpanjang-panjang, yang penting memenuhi rukunnya: baca hamdalah, shalawat, ayat Al-Qur'an, wasiat takwa, dan doa mohon ampunan. Begitu juga untuk khutbah kedua.

Demikianlah ulasan seputar bacaan takbir dan tata cara sholat Idul Fitri. Semoga bermanfaat untuk menyempurnakan ibadah di hari yang fitri nanti.

Wallahu a'lam bish-shawab.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar