Sel-sel sisa ini bisa bermigrasi ke bagian tubuh lain. Lalu, dalam kondisi yang tepat, mereka mulai tumbuh lagi, membentuk tumor baru yang akhirnya jadi kanker.
Pasca operasi pun, risiko ini tetap ada. Bisa jadi, ada sel kanker yang ukurannya sangat mikroskopis sehingga luput dari pandangan ahli bedah. Atau, ada sel yang sudah terlepas dari tumor utama sebelum pengangkatan.
Hal serupa berlaku untuk radioterapi. Jika terapi radiasi tidak sepenuhnya menghancurkan semua sel target, sel yang bertahan hidup itu bisa pulih, berkembang biak, dan memicu kanker baru.
Makanya, bagi siapa pun yang telah menyelesaikan pengobatan, perjalanan belum benar-benar usai. Pemeriksaan rutin dan menjaga pola hidup sehat adalah kunci. Dengan begitu, jika ada tanda-tanda kekambuhan, bisa segera terdeteksi sejak dini. Kewaspadaan adalah tameng terbaik yang kita miliki.
Artikel Terkait
Java Jazz Festival 2026 Pindah ke NICE PIK 2, Penyelenggara Siapkan Transportasi Khusus
Doa Khusus Ramadhan Hari ke-22: Mohon Perlindungan dari Siksa Neraka
Grand Final KDI 2025 Digelar Malam Ini, Tiga Finalis Berebut Mahkota
Umat Muslim Perbanyak Ibadah Sambut Lailatul Qadar di Sepuluh Malam Terakhir Ramadhan