Hari Rabu di Wamena berjalan seperti biasa, sampai kemudian Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka muncul di gerbang SMAN 1 Wamena. Sekitar pukul setengah sepuluh pagi waktu setempat, kedatangannya langsung memecah rutinitas sekolah di Jayapura, Papua Pegunungan itu.
Agendanya jelas: meninjau langsung program Makan Bergizi Gratis yang sedang digalakkan pemerintah. Di kantin, para siswa sedang menyantap menu harian. Di piring mereka terlihat nasi, potongan daging sapi, tahu, sayur, dan buah melon. Gibran mengamati dengan saksama.
Ia lalu berkeliling, menyambangi beberapa ruang kelas. Suasana cair tercipta ketika ia menyapa seorang siswa yang tampak enggan menghabiskan makanannya.
"Enggak suka tahu? Kok enggak dimakan?" tanya Gibran, memancing senyum.
Di sisi lain, respons para siswa terhadap program ini ternyata beragam. Hernidawati, siswi berusia 19 tahun, mengaku sangat terbantu. Baginya, kehadiran makan siang gratis ini berarti penghematan.
"Senang iya, bisa hemat uang jajan," ujar Hernidawati.
Tapi bukan berarti tanpa kritik. Gadis itu juga menyampaikan keluhannya, terutama soal tekstur daging olahan yang menurutnya terlalu keras. Bahkan, katanya, sampai-sampai sendok plastik yang disediakan pernah patah saat mencoba memotongnya.
"Keras. Ini [alat makan] pernah patah," ucapnya sambil tertawa kecil.
Kunjungan itu akhirnya ditutup dengan sesi foto bersama di halaman sekolah. Gibran berbaur dengan para siswa, mengabadikan momen yang mungkin akan mereka ingat lama. Program MBG jelas mendapat perhatian, tapi dari lapangan, evaluasi kecil seperti keluhan daging yang keras itu mungkin justru yang paling berharga.
Artikel Terkait
Profesor Hedar Soroti Tantangan Hukum Atasi Dampak Negatif Algoritma
Jusuf Kalla Bantah Tuduhan Penistaan Agama, Klarifikasi Penggunaan Istilah Syahid
Es Cendol Tawaro, Minuman Tradisional Bugis-Makassar Berbahan Sagu, Bertahan di Tengah Gempuran Es Kekinian
Jurnalis Senior Kritik Buku Money Politics Kurang Data Empiris