3. Libatkan Mereka dalam Keputusan
Jangan orang tua saja yang mengatur. Ajak anak berdiskusi. "Nih, uangnya mau dipakai buat apa?" Tanyakan berapa yang ingin ditabung, dibelanjakan, atau disedekahkan. Dengan terlibat, rasa tanggung jawabnya akan tumbuh. Mereka juga akan belajar konsekuensi secara langsung: kalau uang habis untuk jajan hari ini, besok tak ada lagi untuk beli buku yang diinginkan.
4. Tak Lupa, Ajarkan untuk Berbagi
Uang bukan cuma untuk diri sendiri. Sejak dini, tanamkan nilai berbagi. Bisa dengan menyisihkan sebagian untuk sedekah, atau membelikan hadiah kecil untuk saudara. Kebiasaan sederhana ini membentuk empati dan kepedulian terhadap orang di sekitar.
5. Pertimbangkan untuk Investasi
Kalau jumlah THR yang terkumpul lumayan besar, kenapa tidak? Sebagian bisa dialokasikan untuk instrumen investasi yang aman dan sederhana, seperti emas atau reksa dana pasar uang. Tapi ingat, orang tua harus paham dulu seluk-beluk dan risikonya. Karena uang ini milik anak, prinsip kehati-hatian adalah yang utama. Pilih instrumen dengan risiko rendah.
Intinya, uang THR itu lebih dari sekadar angpau. Ia adalah alat pertama yang ampuh untuk mengajarkan literasi keuangan. Dimulai dari hal-hal sederhana, dampaknya bisa bertahan sampai anak dewasa nanti.
Artikel Terkait
Karya Seni Bayangan Siluet Vidi Aldiano Viral, Tuai Pujian dari Keluarga dan Warganet
Video Terakhir Vidi Aldiano Ungkap Rasa Syukur di Tengah Perjuangan Kanker
Gilang Dirga Ungkap Renungan tentang Kematian Usai Kehilangan Orang Terdekat
Umat Muslim Perkuat Ibadah dengan Itikaf di Sepuluh Malam Terakhir Ramadhan