Polisi Ungkap Kopi Ditaburkan untuk Tutupi Bau Mayat di Depok

- Rabu, 11 Maret 2026 | 16:25 WIB
Polisi Ungkap Kopi Ditaburkan untuk Tutupi Bau Mayat di Depok

Di sekitar jasad wanita berinisial DH (56) yang ditemukan tinggal tulang di kawasan Meruyung, Depok, polisi menemukan sesuatu yang tak biasa: taburan bubuk kopi. Rupanya, ini bukan sekadar kebetulan. Menurut penyelidik, pelaku sengaja menaburkan kopi itu untuk menutupi aroma busuk yang sudah pasti muncul dari tubuh korban.

“Kopi yang ditemukan di TKP memang ditaburkan oleh tersangka untuk mengelabui atau untuk menutupi bau yang ditimbulkan akibat pembusukan mayat,”

kata Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imannudin, saat berbincang dengan awak media pada Rabu (11/3/2026).

Pelaku keji ini ternyata adalah orang terdekat korban. Dia adalah Ahmad Ronny Hasiholan (44), suami siri dari DH. Ronny sudah diamankan oleh Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada Minggu (8/3) lalu di daerah Tambun Selatan, Bekasi.

Lalu, dari mana ide menggunakan kopi itu muncul? Iman Imannudin menjelaskan, Ronny mendapatkan ‘ilmu’ tersebut dari pergaulannya. Saat nongkrong di sekitar tempat pelelangan ikan, dia tahu bahwa aroma kopi sanggup menenggelamkan bau amis yang kuat.

“Pengetahuan ini diperoleh oleh tersangka dari tersangka saat bergaul dengan rekannya di tempat pelelangan atau penjualan ikan,”

ujarnya. Jadi, itu trik yang dipelajarinya.

Semua ini terbongkar berawal dari laporan keluarga. Pada Sabtu (7/3), anak korban dan pasangannya sedang membersihkan rumah. Mereka kemudian menemukan hal yang mengerikan dan segera menghubungi polisi.

Soal motif, polisi menyebut ada persoalan ekonomi dan sakit hati yang mendalam. Ronny yang menganggur merasa tersinggung setelah diusir dari rumah oleh DH. Pernikahan siri mereka sendiri baru berlangsung pada Desember 2024 tak lama sebelum tragedi terjadi.

“Tersangka yang diketahui tidak memiliki pekerjaan merasa sakit hati setelah diusir dari rumah oleh korban. Kemudian melakukan tindak pidana pembunuhan,”

kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, pada Senin (9/3).

Budi juga menegaskan, “Motif sementara diduga dilatarbelakangi persoalan ekonomi.”

Nampaknya, gabungan dari kemarahan dan kesulitan finansial akhirnya memicu aksi tak berperikemanusiaan ini. Sebuah akhir yang tragis, yang coba ditutupi dengan bubuk kopi, namun justru meninggalkan jejak yang lebih pahit lagi.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar