Dalam uji kelayakan dan kepatutan di hadapan Komisi XI DPR RI, Rabu lalu, calon anggota dewan komisioner OJK Hasan Fawzi membeberkan target ambisiusnya. Jika terpilih, dia ingin mendorong kapitalisasi pasar BEI hingga menembus angka Rp25.000 triliun. Target jangka panjang itu dia tetapkan untuk lima tahun ke depan, atau tepatnya sampai 2031.
"Sebagai arah penerapan visi tersebut, kami menetapkan proyeksi-proyeksi kinerja strategis dalam periode lima tahun ke depan sampai dengan 2031. Salah satunya kapitalisasi pasar ditargetkan mencapai Rp25.000 triliun atau sekitar 80 persen dari PDB nasional," ujar Hasan.
Angka itu memang fantastis. Tapi bagi Hasan, itu bukan satu-satunya tolok ukur. Dia juga punya sejumlah target lain yang tak kalah penting.
Misalnya, jumlah investor pasar modal dia harapkan bisa membengkak jadi 30 juta SID dalam kurun waktu yang sama. Tak cuma itu, rata-rata nilai transaksi harian di BEI pun ditargetkan melesat hingga Rp35 triliun per hari. "Angka RNTH rata-rata transaksi harian kita harapkan sudah mencapai angka Rp35 triliun per harinya," jelasnya.
Menurutnya, peningkatan transaksi itu harus sejalan dengan pertumbuhan di sisi lain. "Dan sejalan dengan itu terjadi peningkatan baik di sisi jumlah emiten maupun jumlah dana kelolaan dari para investor," tambah Hasan.
Di sisi lain, dalam presentasinya, Hasan tak lupa menyentuh soal pengembangan sektor-sektor baru. Visi dan misinya mencakup program strategis untuk pasar derivatif dan juga bursa karbon, yang belakangan mulai ramai dibicarakan.
Namun begitu, dari semua rencana itu, ada satu hal yang dia tekankan berulang kali: integritas. Bagi Hasan, integritas pasar modal adalah fondasi yang tak bisa ditawar. Itu kunci untuk menjaga kepercayaan investor dan stabilitas pasar sebagai mesin pembiayaan negara.
"Tanpa integritas yang kuat, pasar modal akan sulit menjalankan peran sentralnya sebagai sarana penggalang dana sekaligus sumber pembiayaan untuk mendukung pembangunan nasional jangka panjang, yang pada akhirnya akan mendukung pertumbuhan perekonomian kita," kata dia.
Posisi Hasan saat ini memang strategis. Dia bukan sekadar calon. Saat ini, dia masih menjabat sebagai Pejabat Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK. Jabatan lain juga masih dipegangnya, yaitu sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto. Pengalaman di lapangan itulah yang mungkin menjadi modalnya merumuskan target-target tersebut.
Artikel Terkait
Hutama Karya Raup Laba Rp464 Miliar di Kuartal I-2026, Tembus 172 Persen Target
PT Sinar Terang Mandiri Tbk Bagikan Dividen Rp60,23 Miliar, Setara Rp14,75 per Saham
Indonet Tunjuk Donauly Elena Situmorang sebagai Direktur Utama, Gantikan Andrew Rigoli
IHSG Anjlok 6,6% dalam Sepekan, Saham Logistik Baru IPO Justru Melonjak 94%