"Kalau ada hal-hal teknis atau kejadian tak biasa di rumah, memang dia yang diminta memastikan. Itu sudah jadi rutinitas,"
jelas Sukardi lagi.
Karena menjadi satu-satunya pria yang rutin ada di lingkungan rumah, kepercayaan yang diberikan padanya pun cukup besar.
Hal ini mengarah pada poin krusial: akses Agung ke sistem CCTV. Rupanya, akses itu bukan hal baru. Jauh sebelum laporan dugaan akses ilegal muncul, Agung bahkan pernah diminta memperbaiki perangkat CCTV tersebut. Aktivitasnya berlangsung atas dasar kepercayaan, bukan niat jahat.
Situasi inilah yang kemudian memunculkan pertanyaan dari pihak Agung. Mereka mempertanyakan dasar laporan yang diajukan Inara Rusli. Bagi mereka, persoalan ini jauh lebih rumit dari sekadar tudingan akses ilegal.
"Yang perlu diperjelas, apakah yang dipermasalahkan itu akses ke CCTV-nya atau justru isi rekamannya?"
tegas Sukardi Amir, menyiratkan ada dimensi lain dalam kasus ini.
Alur ceritanya jadi tak hitam putih. Ada dinamika kepercayaan, tugas tambahan, dan langkah-langkah yang diambil untuk meredam situasi. Semuanya berbaur dalam satu kasus yang terus bergulir.
Artikel Terkait
VISION+ Hadirkan Ratusan Microdrama dengan Konflik Padat dan Durasi Singkat
Sidang Perceraian Insanul Fahmi dan Wardatina Mawa Lanjut ke Mediasi
Pemerintah Alokasikan Rp15,32 Triliun untuk KIP Kuliah 2026, Targetkan Jangkau Lebih dari Satu Juta Mahasiswa
Amanah Wali 8 Kembali, Masa Lalu Sultan sebagai Mantan Perampok Mulai Terbongkar