KEBUMEN – Liburan Lebaran berubah menjadi duka bagi sebuah keluarga di Kebumen. Di Pantai Karangbolong, Buayan, Minggu (22/3/2026) sore, ombak besar tiba-tiba menyapu bibir pantai. Condro Aji Wicaksono (18), remaja asal Cibitung, Bekasi, tewas setelah terseret gelombang ganas itu.
Peristiwanya berlangsung cepat, sekitar pukul empat lewat seperempat sore. Condro sedang menikmati waktu bersama keluarganya. Tiba-tiba, tanpa peringatan yang cukup, ombak besar menggulung. Beberapa pengunjung, termasuk Condro dan adik lelakinya yang masih kecil, langsung tersapu air.
“Saat ombak besar datang, dua orang terbawa arus. Salah satunya adik korban yang masih berusia 6 tahun,” jelas Kapolres Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama.
Dalam kepanikan itu, aksi heroik Condro justru terlihat. Dia memilih untuk mengorbankan dirinya sendiri.
“Korban sempat teriak meminta agar adiknya diselamatkan terlebih dahulu,” kata Kapolres, menyampaikan penuturan para saksi yang hadir.
Teriakan itu tidak sia-sia. Adiknya, Handaru Kawidaka (6), berhasil ditarik ke darat oleh pengunjung lain yang sigap. Sayangnya, nasib berkata lain untuk sang kakak. Condro justru semakin jauh terseret, lalu menghilang di balik gulungan air.
Kurang lebih seperempat jam kemudian, tubuhnya ditemukan terdampar di tepi. Kondisinya sudah tak sadarkan diri.
Tim SAR dan polisi yang bergegas ke lokasi langsung melakukan upaya penyelamatan. Napas buatan dan RJP diberikan di tempat. Korban lalu dilarikan ke IGD RSU PKU Muhammadiyah Gombong. Segala usaha medis sudah dilakukan, tapi nyawanya tak tertolong. Dokter pun menetapkan Condro meninggal dunia.
Dari pemeriksaan, tak ada tanda kekerasan di tubuh Condro. Bibir dan kukunya membiru, gejala khas asfiksia atau mati lemas karena tenggelam. Diduga, arus bawah yang kuat telah menyeretnya sekitar 30 meter dari tempat dia semula berdiri.
Menyikapi musibah ini, Kapolres Kebumen mengeluarkan imbauan keras. Kawasan pantai selatan, termasuk Karangbolong, terkenal dengan ombak besarnya dan arus yang tak terduga. Masyarakat diminta ekstra waspada. Terutama para orang tua, pengawasan ketat terhadap anak-anak mutlak diperlukan saat berwisata ke pantai. Nyawa bisa melayang dalam sekejap, seperti yang baru saja terjadi.
Artikel Terkait
Polisi Tangkap WNA China di Apartemen Pademangan, Sita Happy Water 2,7 Kg dan Ribuan Kartrij Etomidate
Pakar Hukum: Imunitas Advokat Bukan Tameng untuk Tindak Pidana, Pemalsuan Bukti Tak Dilindungi
Pemerintah Gelar Sidang Isbat Penetapan Awal Zulhijah 1447 H pada 17 Mei 2026
Diana Pungky, 52 Tahun, Ungkap Rahasia Awet Muda Tanpa Botox Berkat Warisan Perawatan Tradisional Keluarga