Emiten Alat Kesehatan EMMI Bidik Dana Rp269 Miliar Lewat IPO, Harga Saham Rp446-Rp515

- Minggu, 21 Juni 2026 | 17:30 WIB
Emiten Alat Kesehatan EMMI Bidik Dana Rp269 Miliar Lewat IPO, Harga Saham Rp446-Rp515

Emiten sektor kesehatan, PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI), memulai langkahnya untuk melantai di bursa dengan menawarkan sebanyak 522,85 juta lembar saham baru kepada publik. Perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan alat laboratorium, farmasi, dan alat kesehatan ini dijadwalkan resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham EMMI pada Rabu, 8 Juli 2026.

Dalam prospektus yang dirilis, perseroan menetapkan harga penawaran awal dalam rentang Rp 446 hingga Rp 515 per saham. Dengan nominal Rp 50 per lembar, jumlah saham yang ditawarkan setara dengan maksimal 30 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh. Apabila seluruh saham terserap pasar, EMMI berpotensi mengantongi dana segar hingga Rp 269,27 miliar.

Sebagian dari dana hasil penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) itu akan dialokasikan untuk program alokasi saham karyawan atau employee stock allocation (ESA) sebesar 10 persen. Untuk menjalankan proses ini, perseroan telah menunjuk PT BRI Danareksa Sekuritas dan PT INA Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

EMMI dikenal sebagai perusahaan yang tidak hanya mendistribusikan alat kesehatan, tetapi juga menyediakan solusi terintegrasi bagi berbagai fasilitas kesehatan, terutama rumah sakit. Perusahaan ini juga memegang hak distribusi eksklusif sejumlah merek global di bidang teknologi medis. Fokus utama mereka mencakup penyediaan peralatan untuk layanan kritikal, seperti ruang operasi dan unit perawatan intensif (ICU).

Untuk mendukung operasionalnya, EMMI memiliki satu kantor pusat, dua fasilitas produksi, empat kantor perwakilan, serta jaringan tenaga pemasaran yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Infrastruktur ini memungkinkan perseroan menjangkau kebutuhan rumah sakit dan institusi kesehatan secara lebih luas.

Ke depan, perseroan berencana memperluas portofolio bisnis ke segmen alat kesehatan habis pakai atau consumables, salah satunya melalui produksi benang bedah. Rencana pengembangan ini akan dilakukan, termasuk melalui kerja sama strategis atau joint venture dengan mitra global. Menurut manajemen, langkah ini diyakini dapat meningkatkan pendapatan berulang, memperbaiki margin usaha, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap proyek pengadaan alat kesehatan yang bersifat tidak berulang.

Dengan pengalaman lebih dari 25 tahun, EMMI telah melayani lebih dari 200 rumah sakit dan institusi kesehatan di Indonesia. Basis pelanggannya didominasi oleh rumah sakit pemerintah dan fasilitas kesehatan institusional. Hal ini memberikan posisi yang kuat bagi perseroan dalam proyek pengadaan alat kesehatan bernilai besar di sektor kesehatan nasional.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar