JAKARTA – Isu lingkungan hidup kini tak cuma jadi wacana di Kementerian Agama. Mereka serius mendorong program berbasis ekoteologi, dan aksinya sudah mulai terlihat nyata di lapangan. Bayangkan, dari pembangunan kantor urusan agama yang ramah lingkungan, sampai melibatkan pasangan calon pengantin untuk turut menanam pohon. Gagasan besarnya sederhana: menjaga alam adalah bagian tak terpisah dari iman.
Hal itu ditegaskan oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad. Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan itu wajib. Itu adalah cerminan nyata dari keimanan seorang Muslim, bukan sekadar teori.
"Iman tidak hanya tercermin dalam ibadah ritual, tetapi juga dalam kepedulian terhadap lingkungan," ujarnya.
Pernyataan itu disampaikan dalam Rakernas Ditjen Bimas Islam 2026 di Jakarta, Kamis (22/1/2026) lalu. Dalam kesempatan itu, Abu Rokhmad membeberkan sejumlah capaian yang sudah diraih. Sampai saat ini, sudah ada 154 KUA yang dibangun dengan konsep green building. Artinya, efisiensi energi dan prinsip ramah lingkungan jadi prioritas utama.
Pencapaian lain? Ada 1.507 masjid yang ditetapkan sebagai pilot project pusat edukasi ekologi. Jemaah diajak untuk lebih sadar lingkungan. Selain itu, lewat kolaborasi dengan IPB, MOSAIC, dan Badan Wakaf Indonesia, telah lahir hutan wakaf seluas 40 hektare yang tersebar di 11 lokasi.
Artikel Terkait
THR Idulfitri Jadi Momen Ajarkan Literasi Keuangan pada Anak
Karya Seni Bayangan Siluet Vidi Aldiano Viral, Tuai Pujian dari Keluarga dan Warganet
Video Terakhir Vidi Aldiano Ungkap Rasa Syukur di Tengah Perjuangan Kanker
Gilang Dirga Ungkap Renungan tentang Kematian Usai Kehilangan Orang Terdekat