Lalu, ketiga adalah shalat sunnah mutlak. Dasarnya hadis yang menyebut shalat itu sebaik-baik syariat. Tapi, harus dijaga niatnya, jangan sampai meniatkan shalat yang tidak ada tuntunannya.
Keempat, ya puasa. Meski ada yang memperdebatkan, mayoritas ulama membolehkan bahkan menganjurkannya. Puasa di siang hari setelah malam Nisfu Syaban termasuk dalam puasa ayamul bidh (tanggal 13,14,15 Hijriyah) yang dianjurkan setiap bulan.
Lalu, apa sih keutamaannya sehingga banyak yang menyambutnya? Pertama, ini malam pengampunan. Sebuah hadis dari Ali bin Abi Thalib menceritakan, Allah turun ke langit dunia saat matahari terbenam dan menawarkan ampunan, rezeki, dan kesembuhan bagi yang meminta hingga fajar tiba.
Kedua, malam ini juga disebut-sebut sebagai waktu dicatatnya takdir manusia untuk setahun ke depan; siapa yang lahir, siapa yang wafat, juga rezeki dan amal mereka.
Yang ketiga, ini malam dikabulkannya doa. Dalam sebuah riwayat, Nisfu Syaban termasuk dalam lima malam dimana doa-doa tidak akan ditolak, bersama Malam Jumat, awal Rajab, Lailatul Qadar, dan malam dua hari raya.
Begitulah kira-kira. Intinya, malam pertengahan Syaban ini adalah kesempatan emas untuk bermunajat, memohon ampun, dan memperbanyak ibadah. Semoga kita bisa memanfaatkannya dengan baik.
Wallahu A'lam.
Artikel Terkait
Mister Aladin Tawarkan Paket Tur 4 Hari Bangkok-Pattaya Mulai Rp 6,6 Juta
TXT Dikritik karena Diduga Gunakan AI Murahan di Trailer Comeback
Jobstreet Luncurkan Fitur Pencarian Kandidat Gratis untuk Akses 50 Juta Profil
Putri Akbar Tandjung, Karmia Krissanty, Wafat Setelah Berjuang Melawan Kanker