Di sisi lain, kakaknya, Putri Beatrice, mengambil jalan yang berbeda. Ia memilih pendekatan lebih hati-hati. Meski tetap menjaga komunikasi terbatas dengan ayahnya, Beatrice berusaha mempertahankan hubungan baik dengan istana. Contohnya, ia masih mengundang Pangeran Andrew ke acara pembaptisan putrinya yang masih bayi itu.
Meski begitu, kehadiran Andrew saat itu sangat singkat. Sumber internal kerajaan menyebut Beatrice berusaha mati-matian menyeimbangkan antara ikatan darah dan posisinya di lingkungan kerajaan. Ia seperti berjalan di atas tali. Sementara Eugenie, tampaknya, sudah memilih untuk turun dari tali itu sama sekali dan menjaga jarak.
Nasib Pangeran Andrew sendiri kian terpuruk. Ia dikabarkan akan segera meninggalkan Royal Lodge, kediamannya yang cukup mewah di Windsor. Rencananya, ia akan pindah ke properti kerajaan yang lebih kecil. Langkah ini menandai satu fase baru: hidupnya kian menjauh dari pusat kekuasaan kerajaan.
Hingga detik ini, pihak Istana Buckingham sama sekali tidak berkomentar tentang keretakan hubungan Andrew dengan kedua putrinya. Semuanya masih ditutup rapat. Yang jelas, dinamika keluarga ini menunjukkan bagaimana skandal lama bisa terus menghantui, merenggangkan ikatan, dan mengubah peta hubungan dalam sekejap.
Artikel Terkait
Doa Hari ke-16 Ramadhan: Mohon Pergaulan Baik dan Jauh dari Teman Buruk
Pegadaian: Investasi Emas Digital Bisa Dimulai dari Rp10.000
YouTuber Bigmo Ditahan sebagai Tersangka Kasus Pencemaran Nama Baik Azizah Salsha
Isyana Sarasvati Bantah Tuduhan Sekte Satanik Lewat Unggahan Media Sosial