Kalau dengar kata testosteron, pikiran kita biasanya langsung melayang ke kaum pria. Padahal, anggapan itu nggak sepenuhnya benar. Prof. Dr. dr. Wimpie Pangkahila, seorang ahli andrologi dan anti-aging, menegaskan bahwa hormon ini sama pentingnya buat perempuan. Tanpanya, fungsi tubuh kita baik laki-laki maupun perempuan nggak bakal berjalan optimal.
Perannya luas banget. Bayangkan, dari hal-hal fundamental seperti perkembangan seksual dan pembentukan otot, sampai ke hal-hal yang memengaruhi keseharian: tingkat energi, ketajaman berpikir, bahkan rasa nyaman hidup secara keseluruhan.
“Pria dan perempuan memerlukan hormon testosterone untuk menjadi manusia yang utuh dan normal,”
ujar Prof. Wimpie dalam Grand Opening Steros Clinic di Jakarta Selatan, Kamis lalu.
Lebih Dari Sekadar Hormon Kejantanan
Perjalanan testosteron dimulai sejak masa pubertas, membentuk fisik dan fungsi seksual. Saat dewasa, perannya berlanjut. Ia menjaga gairah seks, merangsang pertumbuhan otot dan tulang yang kuat, serta mendukung produksi sel darah merah. Efeknya terasa sampai ke hal-hal yang sering kita anggap remeh: semangat menjalani hari, pikiran yang jernih, dan kualitas hidup yang baik.
Ketika Kadarnya Menurun pada Pria
Lalu, apa yang terjadi jika kadar testosteron anjlok? Gejalanya bisa beragam dan sering dianggap biasa. Pria akan merasa cepat lelah, gampang bingung, atau mood-nya gampang berantakan. Gairah seks menurun, produksi sperma terganggu, dan kemampuan kognitif pun ikut melambat.
Tak cuma itu. Massa otot dan tulang berkurang, sehingga risiko patah tulang meningkat. Sistem imun jadi nggak sekuat dulu. Yang berbahaya, masalah jantung dan pembuluh darah juga mengintai.
Artikel Terkait
Kolaborasi Pertamina dan RSUD Muda Sedia: Menjaga Denyut Nadi Rumah Sakit Pascabencana
Pantun Imlek Kocak, Senjata Ampuh Minta Angpao Tanpa Canggung
Mankeeping: Beban Emosional Tak Terlihat yang Dipikul Perempuan dalam Hubungan
Imlek 2026, Sajikan 5 Kue Khas Ini Selain Kue Keranjang