“Tapi di sisi lain yang terjadi juga masalah jantung, pembuluh darah, gangguan perasaan, dan gangguan tidur,”
tambah Prof. Wimpie.
Perempuan Juga Terdampak
Nah, pada perempuan, efek penurunannya nggak kalah serius. Gairah dan fantasi seks bisa menguap begitu saja, disertai berkurangnya pelumasan vagina. Secara fisik, kekuatan otot dan kepadatan tulang juga ikut merosot.
Dampaknya merambah ke kehidupan sehari-hari. Perasaan jadi mudah berubah, energi seperti hilang, dan rasa sayang pun bisa berkurang. Gejala vasomotor seperti rasa panas mendadak dan keringat malam juga kerap muncul.
“Semakin sering insomnia, perempuan sering depresi, dan sering sakit kepala tanpa sebab,”
tuturnya.
Karena itu, nggak ada kata terlambat untuk aware. Pemeriksaan hormon dan penanganan yang tepat jadi kunci baik untuk pria maupun perempuan agar kualitas hidup tetap terjaga seiring bertambahnya usia. Intinya, testosteron ini urusan semua orang.
Artikel Terkait
Jalan Damai Inara Rusli Ditolak, Kasus Pidananya Terus Berlanjut
Sindrom Stockholm: Mengapa Korban Justru Bersimpati pada Penculiknya?
Kolaborasi Pertamina dan RSUD Muda Sedia: Menjaga Denyut Nadi Rumah Sakit Pascabencana
Pantun Imlek Kocak, Senjata Ampuh Minta Angpao Tanpa Canggung