Survei Baintelkam: Layanan SKCK Full Digital Cetak Kepuasan Masyarakat

- Rabu, 26 November 2025 | 01:35 WIB
Survei Baintelkam: Layanan SKCK Full Digital Cetak Kepuasan Masyarakat
Laporan Survei Kepuasan Layanan SKCK

Kerja sama antara Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Polri dengan Pusat Riset Ilmu Kepolisian (Pripol) Universitas Syiah Kuala Aceh menghasilkan sebuah survei menarik. Mereka mengukur kepuasan masyarakat terhadap layanan SKCK di tingkat Polres dan Polresta untuk tahun 2025. Yang patut dicatat, layanan ini kini sudah sepenuhnya beralih ke sistem digital.

Di Hotel Grand Sahid, Jakarta Pusat, pada Senin (24/11), hasil survei itu akhirnya diumumkan ke publik. Acara rilisnya sendiri berlangsung cukup hangat.

Wakil Kepala Baintelkam Polri, Irjen Nanang Rudi Supriatna, pada Selasa (25/11/2025) menyampaikan bahwa tren kepuasan masyarakat terhadap layanan SKCK ternyata positif. Menurutnya, kenaikan ini menghasilkan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) yang cukup baik, berdasarkan testimoni dan responden pemohon.

“Pada tahun 2025 menjadi tonggak baru transformasi dengan pengembangan aplikasi SKCK full online melalui aplikasi Super Apps yang lebih modern,” ucap Nanang.

Dia juga membeberkan data dari aplikasi Epzi Polri. Nilai persepsi korupsi di minggu ketiga Oktober tercatat 3,94, lalu naik hingga minggu ketujuh November menjadi 4. Sementara untuk nilai pelayanan publik, dari minggu ketiga Oktober sampai minggu ketujuh November, angkanya cenderung fluktuatif di angka 3,58.

Dari hasil survei itu, muncul tiga Polres dengan pelayanan terbaik. Peringkat pertama diraih Polres Asahan Polda Sumut dengan skor 94,30. Disusul Polres Bangka Polda Babel di posisi kedua (93,15), dan Polres Tabanan Polda Bali di peringkat ketiga (92,56).

Nanang pun memberikan pesan tegas. Kepada unit layanan yang sudah meraih nilai tinggi, ia meminta agar kinerja itu dipertahankan bahkan ditingkatkan. Sementara yang nilainya masih rendah, ia minta agar segera mengevaluasi standar kinerjanya.

“Lakukan evaluasi terhadap standar kinerja dalam rangka memperbaiki pelayanan publik menjadi lebih baik,” pesannya kepada jajaran Intelkam Polri.

Di kesempatan yang sama, Kabidyanmas Baintelkam Polri Kombes Yosef Sriyono turut angkat bicara. Ia menjelaskan, laporan Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) ini akan dijadikan dasar untuk meningkatkan kualitas dan inovasi pelayanan publik. Tak hanya itu, hasil survei ini juga menjadi bahan pertimbangan bagi pimpinan Baintelkam dalam menetapkan kebijakan ke depan.

“Bahan untuk menetapkan kebijakan dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan publik selanjutnya,” ujar Yosef.

Lebih lanjut, Yosef memaparkan tujuan dan manfaat dari survei ini. Salah satunya adalah untuk mengetahui sejauh mana kinerja penyelenggaraan layanan SKCK berjalan secara periodik. Survei ini juga mengukur tingkat kepuasan masyarakat secara kuantitatif dan kualitatif.

“Dengan mengetahui kelebihan dan kekurangan dalam penyelenggaraan pelayanan publik, serta sarana pengawasan bagi masyarakat terhadap kinerja petugas pelayanan publik, dan mengetahui indeks kepuasan masyarakat,” tuturnya.

Survei kepuasan masyarakat terhadap layanan SKCK ini sendiri diselenggarakan pada Juli 2025. Sasaran survei mencakup 11 unit layanan SKCK di tingkat Polres/Polresta yang tersebar di 11 Polda. Yosef menambahkan, dari sisi anggaran, peluncuran hasil SKM ini menggunakan dana dari DIPA Baintelkam Polri tahun anggaran 2025.

“Sesuai DIPA Baintelkam Polri tahun anggaran 2025,” imbuhnya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar