Untuk mendukung kebohongannya itu, dia pun mempersenjatai diri dengan perlengkapan palsu. Polisi menyita barang bukti berupa koper, tas, seragam, dan yang paling krusial: tanda pengenal palsu.
Di sisi lain, Nisya sendiri konon sudah menyadari kesalahannya. Dia merasa tindakannya telah memicu kegaduhan dan keresahan. Tak tanggung-tanggung, dia pun menyampaikan permintaan maaf dan klarifikasi atas semua perbuatannya.
Lantas, bagaimana dia bisa sampai masuk ke dalam pesawat? Rupanya, itu bukan masalah. Nisya membeli tiket penerbangan resmi layaknya penumpang biasa. Obsesinya yang besar, ditambah beban ingin mempertahankan citra di depan keluarga, akhirnya mendorongnya untuk melakukan aksi nekat ini.
Namun begitu, nasib hukum Nisya masih menggantung. Polisi masih mendalami, apakah ada unsur pidana yang bisa diterapkan dalam kasus ini. Situasinya jadi agak rumit karena pihak maskapai Batik Air, dalam hal ini, tidak membuat laporan resmi. Mereka hanya menyerahkan Nisya untuk diperiksa lebih lanjut.
Kini, semua pihak menunggu perkembangan penyidikan. Apakah kasus ini akan berujung di meja hijau, ataukah ada penyelesaian lain di luar hukum? Waktu yang akan menjawab.
Artikel Terkait
Alumni UNS Kumpul di Smesco Tower, Perkuat Jejaring untuk Kolaborasi Nyata
Turun Ranjang Malam Ini: Kereta Bayi Leon Didorong Sengaja, Naza Terjebak Konflik Batin
Sahabat Ungkap Boiyen Santai dan Tak Larut Duka Pascaperceraian
Justin Bieber Jadi Headliner Termahal Coachella dengan Bayaran Rp170 Miliar