JAKARTA – Kabar soal subclade K virus influenza A(H3N2) sempat bikin was-was. Tapi, Kementerian Kesehatan RI memastikan situasinya masih terkendali. Sampai akhir Desember 2025, varian ini tidak menunjukkan gejala yang lebih parah dibandingkan jenis flu musiman lainnya. Jadi, masyarakat tak perlu panik berlebihan.
Menurut dr. Prima Yosephine, Direktur Penyakit Menular Kemenkes, gelombang kasus influenza A(H3) secara global memang mulai terpantau di Amerika Serikat sekitar Oktober lalu. Itu seiring dengan datangnya musim dingin.
“Berdasarkan penilaian WHO dan data epidemiologi yang tersedia, influenza A(H3N2) subclade K tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan. Gejala yang muncul umumnya serupa dengan flu musiman, seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan,” ujar dr. Prima.
Subclade K sendiri pertama kali diidentifikasi CDC Amerika pada Agustus 2025. Kini, lebih dari 80 negara sudah melaporkan keberadaannya.
Di Asia, varian ini sudah menyebar sejak pertengahan tahun. Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, Singapura, dan Thailand termasuk yang melaporkan. Meski jadi varian dominan, tren kasus flu di negara-negara itu justru menurun dalam dua bulan terakhir. Situasi serupa terjadi di Indonesia.
Hasil surveilans di dalam negeri menunjukkan influenza A(H3) memang dominan. Tapi, tren kasusnya juga turun belakangan ini. Pemeriksaan whole genome sequencing yang rampung pada 25 Desember lalu mengonfirmasi subclade K sudah terdeteksi sejak Agustus 2025 lewat sistem pemantauan ILI-SARI di sejumlah fasilitas kesehatan.
“Hingga akhir Desember 2025, tercatat 62 kasus influenza A(H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi, dengan jumlah terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Mayoritas kasus terjadi pada perempuan dan kelompok usia anak,” jelasnya.
Jadi, intinya, kewaspadaan memang perlu. Tapi, kata Kemenkes, situasinya masih bisa dikelola dengan baik.
Artikel Terkait
Kemenag Gelar Sidang Isbat Awal Puasa Ramadhan 2026 pada 17 Februari
Jennifer Coppen Pilih Tak Tanggapi Sindiran Pedas Connell Twins
Kemensos Paparkan Mekanisme Reaktivasi bagi Peserta PBI-JKN yang Dinonaktifkan
Sidang Isbat 17 Februari Tetapkan Awal Puasa Ramadhan 2026