Mandi Jumat: Amalan Sunnah yang Penuh Keutamaan
Bagi umat Islam, khususnya pria yang sudah balig, hari Jumat punya keistimewaan tersendiri. Selain shalat berjamaah, ada amalan sunnah yang dianjurkan: mandi Jumat. Nah, hukumnya sendiri menurut mayoritas ulama adalah sunnah, bukan wajib. Jadi, ini adalah ibadah yang jika dikerjakan dapat pahala, tapi tak berdosa jika ditinggalkan.
Pendapat ini di antaranya dikemukakan oleh Alaudin Al-Hashkafi. Dalam kitab Ad-Dur al-Mukhtar, beliau menyatakan, “Disunnahkan mandi besar untuk menunaikan shalat Jumat”.
Az-Zurqani juga punya penjelasan serupa. Dalam syarh-nya untuk kitab Mukhtashar Khalil, ia menegaskan bahwa mandi besar di hari Jumat itu hukumnya sunnah muakkadah. Namun begitu, ada catatan penting: mandi ini baru sah niatnya jika dilakukan setelah terbit fajar. Kalau dilakukan sebelum MURIANETWORK.COM, ya nggak dapat keutamaannya.
Lalu, dari mana dasarnya? Syariat ini bersumber dari sebuah hadits shahih yang diriwayatkan Imam Bukhari.
Artinya kurang lebih: Dari Abdullah bin Umar, Rasulullah SAW bersabda, "Jika salah seorang kalian mendatangi shalat Jumat, hendaklah ia mandi."
Nah, soal waktu pelaksanaannya, Ustaz Syafri M Noor Lc dalam bukunya memberi penjelasan menarik. Para ulama sepakat, kalau mandinya dilakukan setelah shalat Jumat, ya keutamaannya hilang. Tapi kalau dilakukan sebelum shalat, kapan tepatnya memulainya? Di sini ada beberapa pendapat yang berkembang di kalangan ulama.
Berikut ini bacaan niat dan tata cara mandi Jumat yang biasa diamalkan, khususnya dalam madzhab Syafi'i. Ingat, niatnya diucapkan saat air pertama kali menyentuh tubuh.
Artikel Terkait
Konselor Laktasi: Pendamping Kunci yang Selamatkan Masa Menyusui
Sambut Imlek 2026 dengan Lima Ide Seru Penuh Makna
Menghadapi Badai Emosi Balita: Kisah Nyata Para Ibu Lewati Fase Terrible Two
Sakit Tenggorokan Anaknya Tampak Biasa, Ternyata Bakteri Ini Ancam Jantung