Mandi Jumat: Sunnah yang Diibaratkan Seperti Berkurban Unta

- Jumat, 19 Desember 2025 | 06:25 WIB
Mandi Jumat: Sunnah yang Diibaratkan Seperti Berkurban Unta

Mandi Jumat: Amalan Sunnah yang Penuh Keutamaan

Bagi umat Islam, khususnya pria yang sudah balig, hari Jumat punya keistimewaan tersendiri. Selain shalat berjamaah, ada amalan sunnah yang dianjurkan: mandi Jumat. Nah, hukumnya sendiri menurut mayoritas ulama adalah sunnah, bukan wajib. Jadi, ini adalah ibadah yang jika dikerjakan dapat pahala, tapi tak berdosa jika ditinggalkan.

Pendapat ini di antaranya dikemukakan oleh Alaudin Al-Hashkafi. Dalam kitab Ad-Dur al-Mukhtar, beliau menyatakan, “Disunnahkan mandi besar untuk menunaikan shalat Jumat”.

Az-Zurqani juga punya penjelasan serupa. Dalam syarh-nya untuk kitab Mukhtashar Khalil, ia menegaskan bahwa mandi besar di hari Jumat itu hukumnya sunnah muakkadah. Namun begitu, ada catatan penting: mandi ini baru sah niatnya jika dilakukan setelah terbit fajar. Kalau dilakukan sebelum MURIANETWORK.COM, ya nggak dapat keutamaannya.

Lalu, dari mana dasarnya? Syariat ini bersumber dari sebuah hadits shahih yang diriwayatkan Imam Bukhari.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا جَاءَ أَحَدُكُمْ الْجُمُعَةَ فَلْيَغْتَسِلْ

Artinya kurang lebih: Dari Abdullah bin Umar, Rasulullah SAW bersabda, "Jika salah seorang kalian mendatangi shalat Jumat, hendaklah ia mandi."

Nah, soal waktu pelaksanaannya, Ustaz Syafri M Noor Lc dalam bukunya memberi penjelasan menarik. Para ulama sepakat, kalau mandinya dilakukan setelah shalat Jumat, ya keutamaannya hilang. Tapi kalau dilakukan sebelum shalat, kapan tepatnya memulainya? Di sini ada beberapa pendapat yang berkembang di kalangan ulama.

Berikut ini bacaan niat dan tata cara mandi Jumat yang biasa diamalkan, khususnya dalam madzhab Syafi'i. Ingat, niatnya diucapkan saat air pertama kali menyentuh tubuh.

Niat Mandi Jumat

نويت الغسل لحضور صلاة الجمعة سنة لله تعالى
“Nawaitul Ghusla Lihudhuuri Sholaatil Jum’ati Sunnatan Lillaahi Ta’aalaa.”

Artinya: Saya niat mandi untuk menghadiri shalat Jumat, sunnah karena Allah Ta’ala.

Tata Caranya, Secara Ringkas

Pertama, ya baca niat seperti di atas. Lalu, bersihkan tangan dulu. Setelah itu, lanjutkan dengan membersihkan kemaluan dan najis-najis lainnya. Berwudhu’lah seperti biasa mau shalat, tapi untuk cuci kaki bisa ditunda dulu sampai akhir. Basahi kulit kepala dengan jari, siram kepala tiga kali, baru kemudian guyur seluruh badan. Terakhir, cucilah kaki. Selesai.

Lalu, apa sih keutamaannya sampai dianjurkan? Ternyata besar sekali. Dalam sebuah riwayat dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW menggambarkan keutamaan mandi Jumat lalu berangkat ke masjid di awal waktu seperti orang yang berkurban seekor unta. Bayangkan! Datang di waktu berikutnya pahalanya diibaratkan dengan kurban sapi, kambing, ayam, hingga telur. Tapi ingat, saat khatib sudah naik mimbar, “waktu berkurban” ini sudah berakhir, dan malaikat pun mulai hadir mendengarkan khutbah.

Begitulah. Amalan yang terlihat sederhana, tapi makna dan ganjarannya sangatlah dalam. Semoga kita bisa mengamalkannya.

Wallahu A'lam.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar