Memilih pakaian untuk pertemuan diplomatik ternyata bukan perkara sepele. Bagi Sanae Takaichi, Perdana Menteri perempuan pertama Jepang, hal itu justru jadi tantangan tersendiri. Di akhir November lalu, dia mengakui betapa pusingnya menyiapkan busana untuk konferensi penting seperti KTT G20.
Lewat akun X-nya, @takaichi_sanae, politisi Partai Demokrat Liberal itu bercerita. "Kemarin, saya mengosongkan jadwal untuk berkemas," tulisnya.
"Tapi waktu saya justru habis untuk memilih baju-baju yang akan dibawa."
Rupanya, kegelisahannya berawal dari komentar seorang senator, Yutaka Ando. Ando pernah menyinggung soal pentingnya penampilan kelas tinggi di kancah global. Dia ingin para negosiator Jepang, termasuk Takaichi, tampil percaya diri dengan busana dari material dan perancang terbaik negerinya.
Menurut Yutaka, "Jika Anda bernegosiasi dengan mereka mengenakan barang KW murah, Anda akan diremehkan."
Ucapan itu ternyata nyangkut di benak Takaichi. Dia mengaku tak punya banyak koleksi dari desainer ternama Jepang. Namun, kekhawatiran untuk tidak dianggap remeh oleh pemimpin dunia lainnya membuatnya gelisah. Akhirnya, dia memutuskan untuk membongkar isi lemarinya.
Artikel Terkait
Kenes Lalita: Dari Jahitan Ibu untuk Anak, Hingga Merambah Pasar Digital
Selebgram Fuji Ungkap Luka Batin Lebih Dalam dari Kerugian Miliaran
Kevin Germanier Sulap Sisa LVMH Jadi Mahakarya Haute Couture di Paris
Syaban Tiba, Saatnya Menggenjarkan Sholawat untuk Raih Syafaat