Daging babinya dipanggang hingga sempurna. Kulitnya renyah, sementara daging di dalamnya tetap juicy dan penuh rasa. Bumbunya sederhana, tapi meresap betul. Yang bikin makin istimewa adalah sambal andaliman-nya. Rempah khas Batak ini memberi sensasi getir dan kebas yang unik di lidah, dipadukan dengan kuah kaldu gurih. Kombinasinya luar biasa.
Perlu diingat, hidangan ini mengandung babi dan umumnya disajikan di komunitas yang mengonsumsinya.
Klappertaart, Dessert Manis Khas Manado
Setelah makan makanan utama yang kuat rasanya, saatnya manis-manis. Kembali lagi ke Manado, kota yang kaya akan kuliner. Klappertaart, kue dengan pengaruh Belanda ini, adalah dessert legendaris yang selalu ada saat Natal.
Bayangkan teksturnya yang lembut seperti custard, dipadukan dengan potongan daging kelapa muda yang berlimpah. Diberi taburan kayu manis, kismis, dan kacang kenari di atasnya. Rasanya manis tidak berlebihan, gurih, dan aromanya sungguh menggoda. Cocok banget untuk mengakhiri jamuan makan malam Natal.
Kue Bagea, Camilan Tradisional dari Timur
Terakhir, ada camilan yang tak kalah unik: Kue Bagea. Kue kering tradisional ini wajib ada di rumah-rumah warga Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Maluku selama Natal.
Terbuat dari sagu, kue ini punya karakter tekstur yang khas. Awalnya keras saat digigit, tapi lama-lama akan lumer dan meleleh di mulut. Rasanya manis sederhana, dengan wangi kayu manis dan cengkeh. Sempurna untuk ditemani secangkir teh atau kopi hangat saat mengobrol dengan keluarga yang berkunjung. Jadi alternatif yang segar dari kue nastar atau kastengel yang biasa kita jumpai.
Itulah tadi lima rekomendasi hidangan Natal khas Indonesia. Masing-masing punya cerita dan rasa yang unik, mewakili kekayaan budaya kita. Mana nih yang mau kamu coba di rumah?
Artikel Terkait
Maya dan Yudha: Cinta Teruji Jarak, Hati Terbelah Tahta
Menguak Pesan Tersembunyi di Balik Mimpi Terjebak Labirin
5 Ide Kado Natal Bermakna untuk Orang Tua, Tak Sekadar Barang Biasa
Ahli Ungkap 5 Mitos Diet yang Justru Bikin Berat Badan Susah Turun