Garuda Indonesia Dapatkan Penyuntikan Modal Segar Rp 23,67 Triliun
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk telah mendapatkan persetujuan untuk tambahan modal baru yang signifikan. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), disetujui penyertaan modal sebesar Rp 23,67 triliun dari PT Danantara Asset Management (Persero) atau DAM.
Penambahan modal ini dilakukan via mekanisme PMTHMETD, yang terdiri atas dua komponen utama: setoran tunai senilai Rp 17,02 triliun dan konversi utang pemegang saham sebesar Rp 6,65 triliun. RUPSLB ini dihadiri oleh perwakilan pemegang saham yang menguasai 75,88% dari total saham perusahaan.
Dampak pada Restrukturisasi dan Transformasi Garuda
Manajemen Garuda Indonesia menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian krusial dari program penyehatan keuangan dan restrukturisasi Grup Garuda Indonesia. Dana segar ini ditujukan untuk memperkuat struktur permodalan, meningkatkan kapasitas operasional, dan mendukung proses transformasi menyeluruh, baik untuk Garuda Indonesia maupun maskapai anak usahanya, Citilink.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, menegaskan bahwa dukungan dari DAM mencerminkan kepercayaan terhadap arah strategis dan visi jangka panjang maskapai nasional ini. Ia menyebut persetujuan ini sebagai tonggak penting dalam perjalanan pemulihan dan transformasi perusahaan.
Alokasi Dana dan Penguatan Operasional
Dari total dana Rp 23,67 triliun, alokasinya telah ditetapkan dengan rinci. Sebesar Rp 8,7 triliun (37%) dialokasikan untuk kebutuhan modal kerja Garuda Indonesia, yang mencakup biaya perawatan pesawat. Sementara itu, porsi lebih besar, Rp 14,9 triliun (63%), akan dialirkan untuk mendukung operasional Citilink. Dari angka tersebut, Rp 11,2 triliun untuk modal kerja dan Rp 3,7 triliun dialokasikan khusus untuk melunasi kewajiban pembelian bahan bakar ke Pertamina untuk periode 2019-2021.
Penyertaan modal ini direalisasikan melalui penerbitan sekitar 315,61 miliar saham Seri D dengan harga Rp 75 per lembar. Langkah ini sekaligus memastikan keberlangsungan pencatatan saham Garuda Indonesia di Bursa Efek Indonesia.
Fokus pada Efisiensi dan Pengalaman Pelanggan
Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia, Thomas Oentoro, menyatakan bahwa momentum ini akan digunakan untuk mengakselerasi transformasi di seluruh lini bisnis. Dengan dukungan modal yang solid, fokus perusahaan akan diarahkan pada tata kelola operasional yang lebih efektif, optimalisasi jaringan rute penerbangan, serta peningkatan kualitas layanan yang berpusat pada pengalaman pelanggan.
Strategi ini bertujuan memperkuat dua pilar bisnis utama perusahaan: Garuda Indonesia dan Citilink, agar dapat bersinergi dalam satu ekosistem penerbangan nasional yang kuat. Setiap kebijakan kedepannya akan mempertimbangkan keseimbangan antara pemulihan jangka pendek dan membangun daya tahan bisnis untuk pertumbuhan yang berkelanjutan di masa depan.
Artikel Terkait
BI Naikkan Suku Bunga Jadi 5,50 Persen dan Beri Insentif Baru untuk Tarik Arus Modal Asing
SOFA Akuisisi 10 Persen Saham Perusahaan Pengelola Sampah Energi Milik Zhejiang Weiming
Jababeka Bagikan Dividen Rp42,31 Miliar, Setara Rp2 per Saham
Pendapatan Non-Tambang PT Dian Swastatika Sentosa Naik Jadi 7,6 Persen, Didorong Bisnis Digital dan Teknologi