Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal III 2025 Capai 5,04 Persen
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2025 mencapai 5,04 persen secara tahunan (year-on-year). Pertumbuhan ini menunjukkan peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang sebesar 4,95 persen. Secara kuartalan, ekonomi Indonesia tumbuh 1,43 persen.
Moh Edy Mahmud, Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, menyampaikan bahwa besaran Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada kuartal III 2025 atas dasar harga berlaku mencapai Rp 6.060 triliun. Sementara itu, PDB berdasarkan harga konstan tercatat sebesar Rp 3.448 triliun.
Konsumsi Rumah Tangga Jadi Penopang Utama PDB
Konsumsi rumah tangga tetap menjadi penopang utama perekonomian nasional dengan kontribusi sebesar 53,14 persen terhadap PDB. Pada kuartal III 2025, konsumsi rumah tangga tumbuh 4,89 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Peningkatan belanja masyarakat terlihat signifikan pada beberapa sektor, antara lain:
- Transportasi dan komunikasi yang tumbuh 6,41 persen.
- Restoran dan hotel yang mengalami pertumbuhan 6,32 persen.
Pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan mobilitas penduduk, penjualan bahan bakar kendaraan, serta peningkatan jumlah wisatawan domestik.
Optimisme Pemerintah dan Bank Indonesia
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan optimisme bahwa pertumbuhan ekonomi tahun 2025 secara keseluruhan dapat mencapai sekitar 5,2 persen. Optimisme ini didorong oleh stimulus fiskal dan sinergi kebijakan yang kuat antara pemerintah dan otoritas moneter.
Purbaya juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2025 dapat melampaui 5,5 persen, didukung oleh stimulus tambahan yang disiapkan pemerintah.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mendukung optimisme ini dengan menyatakan bahwa tren pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terus meningkat hingga akhir tahun. Perry menyebut kinerja ekspor yang kuat dan implementasi proyek prioritas pemerintah sebagai faktor pendorong utama.
Dengan konsumsi domestik yang kuat dan dukungan kebijakan yang solid, perekonomian Indonesia diperkirakan akan terus menunjukkan ketahanannya di tengah ketidakpastian global.
Artikel Terkait
IHSG Turun 0,53% ke 8.103,88, Mayoritas Sektor Terkoreksi
Rupiah Melemah ke Rp16.842 per Dolar Dihantam Sentimen Geopolitik Timur Tengah
MNC Sekuritas Gelar Instagram Live Bahas Strategi Investasi Hadapi Volatilitas Pasar
BPS Catat Penurunan Pengangguran Jadi 7,35 Juta Orang pada November 2025