Perekonomian Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang stabil pada kuartal III 2025, dengan angka pertumbuhan ekonomi mencapai 5,04 persen year on year. Badan Pusat Statistik (BPS) mengonfirmasi bahwa aktivitas belanja masyarakat menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi Indonesia di periode ini.
Moh Edy Mahmud, Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, mengungkapkan bahwa konsumsi rumah tangga memberikan kontribusi dominan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 53,14 persen. Pertumbuhan konsumsi rumah tangga tercatat sebesar 4,89 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, mengukuhkan perannya sebagai motor utama perekonomian nasional.
Peningkatan belanja masyarakat terlihat signifikan di sektor transportasi dan komunikasi yang tumbuh 6,41 persen. Data BPS menunjukkan peningkatan mobilitas penduduk, penjualan bahan bakar kendaraan, serta jumlah penumpang angkutan rel dan laut. Sektor restoran dan hotel juga mengalami pertumbuhan tinggi sebesar 6,32 persen, didorong oleh meningkatnya kunjungan wisatawan domestik.
Investasi melalui Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) memberikan kontribusi penting sebesar 29,09 persen terhadap PDB. Pertumbuhan PMTB didukung oleh sub komponen mesin dan perlengkapan yang tumbuh 17 persen serta kendaraan yang meningkat 6,24 persen. Realisasi investasi BKPM pada kuartal III mencapai 13,89 persen, mencerminkan kepercayaan pelaku usaha yang tetap kuat.
Ekspor turut mendukung kinerja ekonomi dengan pertumbuhan 9,91 persen, terutama dari ekspor barang nonmigas dan jasa. Komoditas ekspor seperti lemak dan minyak nabati, besi dan baja, mesin, serta kendaraan menunjukkan peningkatan seiring dengan perbaikan permintaan global. Ekspor jasa juga meningkat berkat kenaikan kunjungan wisatawan mancanegara.
Secara keseluruhan, 82,23 persen PDB kuartal III 2025 bersumber dari konsumsi rumah tangga dan investasi, menunjukkan ketahanan permintaan domestik. Dari sisi wilayah, seluruh daerah di Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi positif, dengan Pulau Jawa menyumbang 56,68 persen terhadap PDB nasional dan Sulawesi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 5,8 persen.
Artikel Terkait
IHSG Turun 0,53% ke 8.103,88, Mayoritas Sektor Terkoreksi
Rupiah Melemah ke Rp16.842 per Dolar Dihantam Sentimen Geopolitik Timur Tengah
MNC Sekuritas Gelar Instagram Live Bahas Strategi Investasi Hadapi Volatilitas Pasar
BPS Catat Penurunan Pengangguran Jadi 7,35 Juta Orang pada November 2025