Dengan manfaat ini, Whoosh dinilai berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup dan mobilitas masyarakat.
Besaran Utang dan Bunga Kereta Cepat Whoosh
Proyek Kereta Cepat Whoosh diketahui memiliki beban utang yang signifikan. Total utang yang harus ditanggung mencapai sekitar 7,2 miliar Dolar AS atau setara dengan Rp 116 triliun. Angka ini mengalami peningkatan dari rencana awal yang diperkirakan sekitar 6,07 miliar Dolar AS.
Pembiayaan proyek ini berasal dari pinjaman China Development Bank (CDB) sebesar 75 persen, dengan sisanya ditanggung oleh konsorsium BUMN Indonesia melalui PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI).
Pinjaman dari China tersebut dikenakan bunga sekitar 3,5–4 persen per tahun. Dengan suku bunga ini, beban bunga tahunan yang harus dibayar oleh pemerintahan Prabowo Subianto diperkirakan mencapai Rp 2 triliun.
Dengan demikian, setiap tahunnya pemerintah diwajibkan untuk membayar total kewajiban, termasuk cicilan pokok dan bunga, yang jumlahnya signifikan.
Imbauan Prabowo untuk Pencegahan Korupsi
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga mengimbau kepada semua pejabat dan aparatur negara untuk tidak memberikan kesempatan bagi korupsi. Tindakan pencegahan korupsi dinilai crucial untuk mengamankan lebih banyak dana yang dapat dialokasikan untuk pembangunan dan pembayaran utang negara.
Dengan pengelolaan anggaran yang baik dan pemberantasan korupsi, pemerintah berharap dapat memiliki sumber daya finansial yang lebih memadai untuk memenuhi berbagai kewajiban dan program pembangunannya.
Artikel Terkait
Tiga Emiten Siap Bagikan Dividen Tunai Rp13,17 Triliun pada April 2026
Pendapatan Paradise Indonesia Melonjak 32,9% Didorong Proyek Ikonik
Ketegangan AS-Iran Dongkrak Dolar, Pasar Waspadai Inflasi dan Suku Bunga
IEA Peringatkan Kerusakan Aset Energi di Timur Tengah Picu Krisis Global