Siapa Pemilik RS Hermina? Sejarah dan Struktur Kepemilikannya
RS Hermina dikelola oleh PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Cikal bakal perusahaan ini telah berdiri sejak tahun 1985 dengan bentuk awal berupa rumah sakit bersalin di kawasan Jatinegara.
Sejarah Perkembangan RS Hermina
Pada tahun 1989, rumah sakit tersebut bertransformasi menjadi RS ibu dan anak. Beberapa tahun berikutnya, manajemen berhasil membangun rumah sakit ketiganya di Bekasi. Hingga tahun 1999, HEAL beroperasi dengan status organisasi nirlaba sebelum akhirnya berubah menjadi perusahaan dengan nama Medikaloka Hermina.
Pada tahun 2005, perseroan mendapatkan izin resmi untuk beroperasi sebagai rumah sakit umum. Periode 2009-2014 menjadi masa ekspansi signifikan dengan pembangunan tujuh rumah sakit baru dan akuisisi tiga rumah sakit lainnya. Spesialisasi utama layanan HEAL tetap fokus pada kebidanan dan perawatan anak.
Ekspansi Jaringan Rumah Sakit Hermina
Tahun-tahun berikutnya, HEAL terus melakukan ekspansi dengan membuka rumah sakit baru dan mengakuisisi rumah sakit tambahan. Hingga tahun 2024, HEAL mengelola jaringan RS Hermina yang mencakup 52 rumah sakit di 63 kota dan 17 provinsi di Indonesia.
Total kapasitas rawat inap mencapai 7.613 tempat tidur. Rumah sakit Hermina yang ke-50 didirikan di Ibu Kota Nusantara (IKN), menandakan komitmen perusahaan dalam perluasan layanan kesehatan.
Struktur Kepemilikan Saham HEAL
Berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang efek per 30 September 2025, pengendali saham HEAL terdiri dari:
- Hasmoro (direksi): 740,94 juta saham (4,82%)
- Binsar Parasian (direksi): 789,86 juta saham (5,14%)
- Yulisar Khiat (direksi): 1,59 miliar saham (10,36%)
- Meijani Wibowo (komisaris): 303,18 juta saham (1,97%)
Pemegang saham institusional meliputi:
- PT Astra International Tbk: 1,11 miliar saham (7,23%)
- PT Astra Healthcare: 1,99 miliar saham (12,95%)
- Lydia Immanuel: 855,08 juta saham (5,56%)
Masyarakat (non-warkat) memiliki 7,98 miliar saham HEAL, setara dengan 51,97% dari total saham terdaftar. Terdapat tujuh nama yang tercatat sebagai penerima manfaat akhir dari kepemilikan saham HEAL.
Kinerja Saham HEAL
Pada perdagangan Jumat, 31 Oktober 2025, HEAL ditutup pada harga Rp1.500 per saham. Dalam satu bulan terakhir, harga saham mengalami penurunan 10,71%, sementara sejak awal tahun pertumbuhan harganya turun 3,54%.
Informasi ini memberikan gambaran lengkap mengenai kepemilikan RS Hermina dan perkembangan perusahaan dari waktu ke waktu, menjadikannya salah satu jaringan rumah sakit terkemuka di Indonesia.
Artikel Terkait
Pendapatan PSGO Tembus Rp2,55 Triliun di 2025, Laba Bersih Melonjak 26,3 Persen
IHSG Anjlok 2,86% ke 6.969, Lima Saham Justru Melesat Lebih dari 24%
IHSG Ambrol 2,86% ke Bawah 7.000, Terjun Bebas dari Level Tertinggi Harian
Raharja Energi Cepu Bagikan Dividen Rp122 Miliar, Laba Bersih Tumbuh 8,9% di Tengah Tekanan Pendapatan